Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Indonesia kembali mengoperasikan aset minyak dan gas (migas) di Venezuela. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mencari sumber pasokan minyak alternatif di tengah gejolak geopolitik global.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno mengatakan Indonesia telah memperoleh izin untuk melanjutkan operasi migas di negara Amerika Selatan tersebut.
“Kita baru saja mendapatkan izin untuk melanjutkan operasi di Venezuela,” ujar Havas usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/6) dikutip dari Antara.
Menurut Havas, pemerintah saat ini juga menjajaki berbagai sumber minyak baru di kawasan Amerika Selatan sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian pasokan energi global. Upaya tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak pada jalur distribusi energi dunia.
“Kami sedang mencari lagi banyak negara di sana yang memiliki potensi migas. Hampir semua negara di Amerika Latin punya potensinya,” katanya.
Selain Venezuela, Indonesia juga membuka peluang investasi migas di sejumlah negara Amerika Selatan lainnya. Saat ini, pembicaraan antara Pertamina dan mitra potensial di kawasan tersebut masih berada pada tahap penjajakan awal.
Havas menjelaskan kepentingan Indonesia dalam ekspansi migas di kawasan itu akan dijalankan melalui Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi yang telah memiliki kendali atas aset migas di Venezuela. PIEP diketahui menguasai 71,09 persen saham perusahaan migas Prancis Maurel & Prom yang memiliki aset produksi di negara tersebut.
Selain Amerika Selatan, pemerintah juga mengoptimalkan pasokan minyak dari sejumlah negara Afrika, seperti Aljazair, Nigeria, dan Angola. Strategi ini ditempuh untuk mengurangi ketergantungan terhadap jalur distribusi energi yang rentan terganggu.
“Strategi kita sekarang adalah mendapatkan pasokan dari kawasan yang tidak memerlukan jalur tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, PIEP memastikan aset migas yang dikelolanya di Venezuela tetap aman dan tidak terdampak oleh dinamika politik yang terjadi di negara tersebut. Perusahaan terus berkoordinasi dengan KBRI Caracas serta memantau perkembangan situasi sebagai langkah mitigasi risiko. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY