Buka konten ini

BATAM (BP) – Sukriadi kembali dipercaya memimpin Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Kepulauan Riau untuk masa bakti 2026–2030. Keputusan tersebut ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Kepri yang berlangsung di Hotel Harper Premier Batam, Sabtu (6/6).
Terpilihnya Sukriadi menjadi catatan tersendiri karena merupakan periode ketiganya memimpin organisasi bulutangkis tertinggi di Kepulauan Riau. Dukungan bulat dari seluruh pengurus kabupaten dan kota menunjukkan kepercayaan yang masih kuat terhadap kepemimpinannya dalam mengembangkan bulutangkis Kepri.
Musprov berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat persatuan. Tujuh pengurus kabupaten dan kota yang memiliki hak suara sepakat kembali mengusung Sukriadi tanpa melalui proses pemungutan suara.
Ketua Panitia Musprov PBSI Kepri, Denny Ikhwan, mengatakan seluruh agenda berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang telah disepakati bersama.
“Alhamdulillah Musprov PBSI Kepri berjalan lancar dan Pak Sukriadi kembali terpilih sebagai Ketua Umum PBSI Kepri periode 2026–2030,” ujarnya.
Menurut Denny, masa kepengurusan sebelumnya sebenarnya masih berlaku hingga September 2026. Namun, Musprov dipercepat untuk menyesuaikan agenda olahraga daerah yang cukup padat, terutama menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau.
Usai terpilih, Sukriadi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan akan melanjutkan program pembinaan atlet sekaligus meningkatkan prestasi bulutangkis Kepri di tingkat nasional.
“Terima kasih kepada seluruh pengkab dan pengkot yang kembali memberikan amanah ini. Insya Allah kami akan terus bekerja untuk kemajuan bulutangkis Kepulauan Riau,” katanya.
Sukriadi menilai tantangan ke depan tidak ringan. Selain harus beradaptasi dengan berbagai kebijakan efisiensi organisasi, PBSI Kepri juga dituntut memperkuat pembinaan agar mampu melahirkan atlet yang kompetitif di level nasional.
Keberhasilan bulutangkis Kepri menembus delapan besar pada PON Aceh-Sumatera Utara menjadi modal penting sekaligus target yang harus ditingkatkan pada ajang-ajang berikutnya. Untuk itu, pembinaan atlet dari tingkat klub hingga kabupaten dan kota akan terus diperkuat guna memastikan regenerasi berjalan berkelanjutan.
Selain fokus pada prestasi, PBSI Kepri juga berpeluang kembali menjadi tuan rumah kejuaraan nasional. Sukriadi mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Pengurus Pusat PBSI terkait agenda nasional yang akan digelar tahun depan.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Ketua Umum PP PBSI. Insyaallah Kepri kembali mendapatkan event nasional karena daerah ini tetap masuk dalam kalender kegiatan PBSI,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua Umum II PP PBSI, K.P.H. Yudanegara. Menurutnya, posisi strategis Kepri yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menjadi nilai tambah dalam pengembangan bulutangkis sekaligus penyelenggaraan event nasional.
“Kami membuka peluang agar Kepri menjadi salah satu prioritas penyelenggaraan Sirkuit Nasional di masa mendatang, sepanjang seluruh persyaratan dapat dipenuhi dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua KONI Kepri Usep RS menilai terpilihnya kembali Sukriadi merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin PBSI Kepri. Di bawah kepemimpinannya, sejumlah kejuaraan nasional maupun internasional berhasil digelar di Batam dan memberikan dampak positif bagi perkembangan bulutangkis daerah.
“Prestasi menembus delapan besar pada PON Aceh-Sumut patut disyukuri, tetapi juga harus menjadi motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik. Kami berharap PBSI Kepri terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kepulauan Riau di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Usep.
Dengan dukungan penuh dari pengurus daerah, KONI, dan PP PBSI, kepengurusan baru PBSI Kepri kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga konsistensi prestasi sekaligus memperkuat fondasi pembinaan menuju level yang lebih tinggi. (*)
Laporan : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MUHAMMAD NUR