Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Rencana menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat angkut berat Hercules terus dimatangkan. Terbaru, TNI Angkatan Udara (AU) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkuat koordinasi untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai bagian dari ekosistem industri dirgantara nasional.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono telah bertemu Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati untuk membahas berbagai potensi pengembangan Bandara Kertajati.
“TNI AU dan Bappenas membahas berbagai potensi pengembangan Bandara Kertajati ke depan. Pembahasan mencakup peluang pemanfaatan kawasan untuk mendukung konektivitas, sektor dirgantara, kebutuhan pertahanan, serta penguatan ekosistem industri penerbangan nasional,” kata Nyoman dalam keterangan resminya.
Menurut dia, salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengembangan fasilitas pendukung industri dirgantara, termasuk pusat perawatan dan perbaikan pesawat atau MRO. Bandara Kertajati dinilai memiliki potensi besar untuk melayani kebutuhan pemeliharaan pesawat sipil maupun militer sekaligus memperkuat kapasitas nasional di bidang kedirgantaraan.
Nyoman menegaskan, pada prinsipnya TNI AU mendukung pengembangan Bandara Kertajati. Dukungan tersebut sejalan dengan pengalaman TNI AU yang selama ini telah memanfaatkan fasilitas penerbangan di kawasan tersebut untuk berbagai latihan dan aktivitas penerbangan.
“TNI AU juga telah menyiapkan berbagai kajian dan perencanaan internal yang dapat diselaraskan apabila ke depan diperlukan dukungan lebih lanjut terhadap operasional maupun pemanfaatan Bandara Kertajati,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait. Tujuannya agar pemanfaatan bandara memiliki arah yang jelas, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Menurut Nyoman, koordinasi yang terus dilakukan antara TNI AU dan Bappenas diharapkan mampu memperkuat perumusan pengembangan Kertajati sehingga memberikan manfaat optimal bagi kepentingan nasional, baik dari sisi konektivitas, industri, maupun pertahanan.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Bappenas juga telah sepakat untuk mematangkan cetak biru teknokratis serta pola pengelolaan aset dalam pengembangan kawasan Kertajati.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa rencana menjadikan Kertajati sebagai pusat MRO pesawat Hercules masih berada pada tahap perencanaan dan pematangan konsep.
“Pada prinsipnya, pemerintah masih berada pada tahap perencanaan dan pematangan konsep terkait pengembangan ekosistem kedirgantaraan nasional di kawasan Kertajati, termasuk kemungkinan pengembangan fasilitas MRO untuk kebutuhan komersial maupun militer secara bertahap,” katanya.
Rico menegaskan, hingga saat ini belum ada pembangunan fisik maupun implementasi operasional terkait proyek tersebut. Pemerintah masih fokus menyusun arah kebijakan yang lebih luas melalui konsep Sustainable Aerospace Park dan optimalisasi infrastruktur nasional.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Muhammad Nas memastikan pembangunan fasilitas MRO Hercules di Kertajati nantinya akan melibatkan TNI AU sebagai salah satu pengguna utama.
Menurut dia, fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung pemeliharaan armada Hercules di dalam negeri sehingga dapat meningkatkan kemandirian Indonesia dalam bidang perawatan pesawat militer.
“Untuk mendukung pemeliharaan armada Hercules di dalam negeri. Untuk perkembangan pembangunan fasilitas di Kertajati, kami menyarankan mengacu pada keterangan resmi Kementerian Pertahanan,” ujarnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK