Buka konten ini


BATAM (BP) – Batam terus bergerak menegaskan diri sebagai kota industri dan investasi yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga semakin tertata dan nyaman dihuni. Berbagai upaya penataan kota kini menjadi bagian penting dari agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah bersama Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).
Batam terus diarahkan menjadi kota yang lebih modern, bersih, dan terintegrasi. Kemajuan kota tidak cukup hanya diukur dari angka investasi, tetapi juga dari kenyamanan ruang hidup masyarakat. Karena itu, berbagai program penataan kawasan terus dipacu untuk mempercantik sekaligus menata ulang wajah Batam.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) di sejumlah titik strategis. Kawasan seperti Teluk Tering, Jalan Lingkar Luar Jodoh–Tanjung Pinggir, Hang Nadim Aerocity, Dam Baloi, hingga New Nagoya disiapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Penataan ini tidak hanya bertujuan memperkuat investasi, tetapi juga menciptakan tata ruang kota yang lebih tertib dan representatif. Selain kawasan besar, penataan juga menyentuh ruang publik yang langsung dirasakan masyarakat.
Salah satunya melalui penempatan pot bougenville di sejumlah ruas jalan utama Batam. Kehadiran bougenville itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota yang lebih hijau, asri, dan nyaman.
“Batam harus menjadi kota yang rapi, bersih, aman, dan nyaman, karena dari situlah kepercayaan investor dan kualitas hidup masyarakat dibangun,” kata Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Program tersebut memperkuat estetika kota tanpa membebani APBN maupun anggaran BP Batam, karena bersumber dari CSR. Di sisi lain, Li Claudia juga menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai fondasi utama kota yang sehat dan layak huni.
Ia mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan Batam yang nyaman.
Upaya penataan juga diperkuat dengan pembangunan infrastruktur jalan dan drainase di berbagai titik kota. Li Claudia turun langsung ke lapangan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.
Ia menegaskan bahwa infrastruktur yang baik akan berdampak langsung pada kenyamanan warga sekaligus iklim investasi.
“Kami ingin memastikan pembangunan jalan dan drainase berjalan optimal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Seiring penataan kota, kinerja ekonomi Batam juga menunjukkan akselerasi yang kuat. Realisasi investasi triwulan I 2026 mencapai Rp17,4 triliun, tumbuh 102,85 persen secara tahunan dan 68,92 persen secara kuartalan.
Sektor logistik mencatat lonjakan signifikan melalui layanan direct call internasional di Terminal Peti Kemas Batu Ampar. Volume peti kemas mencapai 58.237 TEUs, naik 125 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja ekspor Batam juga menunjukkan pertumbuhan positif di berbagai negara tujuan utama.Amerika Serikat, Singapura, India, Tiongkok, Jerman, hingga Filipina mencatat peningkatan signifikan.
Li Claudia menyebut Batam semakin dipercaya dunia usaha sebagai pusat investasi dan perdagangan. Ia menegaskan, di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, penguatan ekosistem logistik dan investasi akan terus dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Ia menilai capaian tersebut sebagai bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam. Dengan penataan kota dan pertumbuhan ekonomi yang berjalan beriringan, Batam semakin mengukuhkan diri sebagai kota investasi yang modern, rapi, dan berdaya saing tinggi. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK