Buka konten ini

BINTAN (BP) – Sebanyak 44 jemaah haji asal Kabupaten Bintan tiba di kampung halaman dengan selamat, Selasa (2/6). Kepulangan mereka disambut haru keluarga dan masyarakat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Para jemaah sebelumnya tergabung dalam Kloter BTH 01 Embarkasi Batam yang mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Senin (1/6) sore. Setelah bermalam di Asrama Haji Batam, mereka bertolak menuju Bintan melalui Pelabuhan Telaga Punggur dan tiba di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, pada Selasa (2/6) pagi.
Kedatangan jemaah disambut keluarga dan masyarakat. Mereka kemudian mengikuti acara penyambutan di Masjid At Taqwa sebelum kembali ke rumah masing-masing.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan, Abu Sufyan, mengatakan seluruh jemaah haji asal Bintan tiba dalam kondisi sehat.
”Kedatangan jemaah dibagi di dua titik, yakni Tanjunguban untuk wilayah Bintan Utara dan sekitarnya, serta Kijang untuk wilayah Bintan Timur dan sekitarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan yang menyambut kedatangan jemaah di Asrama Haji Batam mengaku bersyukur seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
”Meski terlihat lelah setelah perjalanan panjang, raut kebahagiaan tetap terpancar karena sebentar lagi bisa berkumpul bersama keluarga,” kata Roby.
Ia mengingatkan para jemaah agar tetap menjaga kesehatan dan kebugaran fisik setelah menjalani rangkaian ibadah haji.
Untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau, Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan menyiagakan petugas selama 21 hari pascakepulangan.
Pemantauan dilakukan melalui layanan home care. Jika ada jemaah yang mengalami keluhan kesehatan seperti demam atau gejala lainnya, petugas kesehatan akan melakukan kunjungan langsung ke rumah.
”Jemaah bisa menghubungi petugas haji, kemudian petugas akan berkoordinasi dengan puskesmas untuk melakukan pemeriksaan,” jelas Roby.
Kepala Dinas Kesehatan Bintan, Retno Riswati, mengimbau para jemaah segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan. Menurutnya, perbedaan iklim antara Arab Saudi dan Indonesia berpotensi memicu keluhan seperti batuk, pilek, demam hingga sakit kepala.
”Tubuh jemaah biasanya masih dalam proses penyesuaian setelah kembali ke Indonesia,” ujarnya.
Retno juga mengingatkan jemaah memperbanyak konsumsi air putih, buah dan sayur, serta beristirahat cukup.
Di sisi lain, para jemaah mengaku puas dengan pelayanan haji tahun ini. Salah seorang jemaah, Haryanto, menilai pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dengan dukungan layanan yang baik.
Menurut dia, transportasi selama di Tanah Suci berjalan lancar meski sempat ada waktu tunggu di beberapa lokasi.
”Transportasi baik, hanya ada waktu menunggu, tetapi tidak menjadi masalah,” katanya.
Ia juga mengapresiasi layanan konsumsi yang dinilai sangat memadai. Makanan selalu tersedia tepat waktu bahkan sebelum jadwal makan tiba.
Terkait cuaca panas di Arab Saudi, Haryanto mengatakan para jemaah mampu beradaptasi dengan baik.
”Kondisi cuaca memang panas, tetapi bisa diatasi dengan banyak minum dan menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ia berpesan kepada calon jemaah haji agar mempersiapkan fisik dan mental sejak jauh hari, termasuk membiasakan diri berjalan kaki dan mengikuti manasik haji dengan sungguh-sungguh.
”Ikuti manasik dengan baik dan persiapkan fisik. Insya Allah ibadah haji bisa berjalan lancar,” pesannya.
Selain itu, Haryanto mengaku mendapat pengalaman berharga karena dapat berinteraksi dengan jemaah dari berbagai negara selama berada di Tanah Suci. ”Kami berusaha membangun komunikasi dengan jemaah dari berbagai negara. Ternyata mereka sangat ramah dan penuh persaudaraan,” katanya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY