Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Rutinitas pagi yang dipilih seseorang secara psikologi memiliki dampak langsung pada kualitas suasana hati dan energi sepanjang hari.
Kebiasaan buruk yang terus diulang setiap pagi bukan hanya membuang waktu, melainkan secara aktif menyabotase kebahagiaan dan kesehatan mental seseorang.
Orang yang merasa tidak bahagia hampir setiap hari sering kali tidak menyadari bahwa sumber masalahnya dimulai dari pilihan-pilihan kecil di pagi hari.
Dilansir dari laman YourTango pada Selasa (2/6), berikut sembilan hal yang hampir selalu dilakukan orang-orang yang tidak bahagia setiap pagi dan terus membuat mereka sengsara sepanjang hari.
1. Langsung Menggulir Media Sosial dari Tempat Tidur
Memulai hari dengan menatap layar ponsel menempatkan sistem saraf dalam kondisi waspada berlebih dan langsung meningkatkan kecemasan sejak dini hari.
Berita dan perbandingan yang diserap dari media sosial di pagi hari mengubah seseorang menjadi versi terburuk dirinya bahkan sebelum hari benar-benar dimulai.
Hanya lima menit ketenangan sebelum membuka media sosial sudah bisa membuat perbedaan besar pada kesejahteraan emosional sepanjang hari.
2. Melewatkan Sarapan
Studi dari Frontiers in Psychiatry menemukan bahwa melewatkan sarapan setiap hari secara signifikan meningkatkan risiko seseorang mengembangkan depresi.
Apa yang dimakan atau tidak dimakan saat sarapan berperan langsung dalam suasana hati dan tingkat energi yang dirasakan sepanjang hari.
Bahkan sebatang granola bar kecil sudah cukup membuat seseorang merasa lebih baik secara emosional dibandingkan tidak makan sama sekali di pagi hari.
3. Langsung Memulai Pekerjaan tanpa Jeda
Tanpa rutinitas pagi yang bermakna, seseorang langsung menanggung beban stres dan kekhawatiran sebelum otak mereka benar-benar siap menghadapi hari.
Melompat ke email atau perjalanan kerja yang terburu-buru menguras energi mental sejak awal dan menyisakan sedikit cadangan untuk menghadapi hari.
Tidak memberi waktu bagi pikiran untuk tenang di pagi hari adalah salah satu resep paling pasti untuk merasa kelelahan kronis dan tidak bahagia.
4. Minum Kopi sebelum Air Putih
Studi dalam jurnal Nutrients membuktikan bahwa minum air putih pertama kali di pagi hari sangat penting bagi kesehatan fisik dan kesehatan mental seseorang.
Dehidrasi ringan pun sudah cukup membuat seseorang merasa lebih mudah tersinggung, terkuras, dan sulit berkonsentrasi sejak jam pertama hari dimulai.
Kafein yang langsung dikonsumsi tanpa didahului air justru memperparah gejala dehidrasi yang biasanya terasa nyata di siang hari.
5. Melewatkan Gerakan Fisik yang Disengaja
Bergerak di pagi hari, bahkan hanya berupa jalan santai ringan, terbukti secara konsisten meningkatkan kesejahteraan, mengurangi stres, dan menstabilkan suasana hati.
Orang yang melewatkan gerakan pagi juga kehilangan paparan cahaya alami yang sangat berpengaruh pada energi dan fokus mereka di siang hari.
Tanpa outlet fisik di pagi hari, tingkat stres yang tidak terkelola terus menumpuk dan membuat mereka merasa lelah jauh sebelum hari berakhir.
6. Menekan Tombol Snooze Berkali-kali
Para ahli menjelaskan bahwa menekan snooze berkali-kali sebenarnya mengganggu siklus tidur nyenyak yang dibutuhkan tubuh untuk merasa benar-benar segar.
Setiap kali alarm dimatikan lalu tidur lagi, tubuh masuk ke fase tidur ringan yang tidak memberikan pemulihan nyata bagi energi dan pikiran.
Akibatnya seseorang terbangun dalam kondisi lebih lelah, lebih tergesa-gesa, dan langsung tertinggal dari ritme hari yang seharusnya bisa mereka kendalikan.
7. Menghindari Cahaya Alami
Para ahli dari UCLA Health menyatakan bahwa terpapar cahaya alami sejak pagi hari langsung meningkatkan suasana hati dan membuat seseorang merasa lebih bahagia.
Tidur dengan tirai gelap dan langsung bekerja di depan layar komputer adalah kombinasi yang berkontribusi besar pada perasaan sengsara yang terus berulang.
Hanya 30 detik hingga satu menit menikmati cahaya matahari pagi sudah cukup mengubah arah hari ke kondisi yang jauh lebih positif.
8. Tidak Membereskan Tempat Tidur
National Sleep Foundation mencatat bahwa membereskan tempat tidur berkontribusi pada kualitas dan durasi tidur yang lebih baik di malam harinya.
Tempat tidur yang rapi di akhir hari yang buruk menjadi satu kepastian kecil yang bisa selalu diandalkan ketika segalanya terasa di luar kendali.
Karena tidur adalah salah satu faktor terpenting bagi suasana hati dan kesejahteraan emosional, kebiasaan kecil ini berdampak lebih besar dari yang dibayangkan.
9. Langsung Memikirkan Semua Kekhawatiran dan Kewajiban
Para ahli dari University of Cambridge berargumen bahwa menekan pikiran negatif di momen tertentu, termasuk di pagi hari, sebenarnya baik untuk kesehatan mental.
Mengawali hari dengan membayangkan skenario terburuk tidak membantu seseorang lebih siap menghadapi hari, melainkan langsung merusak nada emosional sejak awal.
Bahkan senyuman kecil di depan cermin pagi hari sudah cukup memberi sinyal kepada otak bahwa hari ini layak untuk dijalani dengan lebih ringan. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI