Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Polisi memastikan kabar dugaan aksi begal yang sempat viral di media sosial di kawasan Simpang Tobing, Batuaji, Kota Batam, merupakan laporan palsu. Seorang pria berinisial F, 22, diketahui merekayasa cerita pembegalan dan penganiayaan setelah aksinya terungkap dalam proses penyelidikan kepolisian.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian, mengatakan fakta tersebut terungkap setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan sejumlah saksi.
“Luka dari tangan korban itu, dia sendiri yang menyayat menggunakan pisau cutter,” ujar Debby di Mapolresta Barelang, Jumat (29/5).
Sebelumnya, F mengaku menjadi korban begal di kawasan Simpang Tobing. Namun, keterangan tersebut kemudian berubah menjadi penganiayaan setelah kasus itu viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan tidak ada kejadian begal maupun penganiayaan seperti yang dilaporkan.
Debby menjelaskan, motif F membuat laporan palsu diduga dilatarbelakangi persoalan asmara. F yang baru putus cinta disebut sengaja melukai dirinya sendiri untuk mendapatkan perhatian dari mantan kekasihnya.
“Korban ini putus cinta, tujuannya agar pacarnya ini kasihan, dan hubungannya kembali lagi,” katanya.
Akibat perbuatannya, F kini terancam dijerat Pasal 220 KUHP tentang laporan palsu dengan ancaman hukuman penjara hingga satu tahun serta denda Rp10 juta.
“Untuk laporan palsunya ini masih kita proses. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial. Begal tidak ada, penganiayaan juga tidak ada,” tegas Debby.
Sementara itu, Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, menambahkan sejak awal pihaknya telah menemukan sejumlah kejanggalan dalam laporan tersebut. Polisi kemudian melakukan pendalaman hingga akhirnya F mengakui bahwa peristiwa begal itu tidak pernah terjadi.
“Kita lakukan penyelidikan, dari keterangan awal korban mengaku mengantar teman dan terlibat cekcok dengan orang tak dikenal. Namun setelah didalami, tidak ditemukan bukti, dan F akhirnya mengaku peristiwa itu tidak ada,” katanya.
Kasus ini sebelumnya sempat menimbulkan keresahan di masyarakat setelah informasi dugaan begal tersebar luas di media sosial. (***)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO