Buka konten ini

PARIS (BP) – Jannik Sinner sempat berada di ambang kemenangan saat menghadapi Juan Manuel Cerundolo pada babak kedua Roland Garros 2026, Kamis (28/5). Petenis nomor satu dunia itu unggul 6-3, 6-2, 5-1. Dia hanya membutuhkan satu game lagi untuk menyelesaikan pertandingan.
Namun situasi kemudian berubah drastis. Sinner kehilangan tiga game beruntun dan mulai terlihat kesulitan bergerak. Dia beberapa kali membungkuk, sebelum meminta perawatan medis dan meninggalkan lapangan untuk beberapa menit.
Setelah kembali, ritme pertandingan tidak lagi sama. Sinner kehilangan 18 poin berturut-turut dan tujuh game secara beruntun. Di set keempat dan kelima, petenis asal Italia itu tampak pincang dan kerap berhenti diantara poin. Sinner akhirnya kalah 6-3, 6-2, 5-7, 1-6, 1-6.
“Saya tidak ingat kapan terakhir kali merasa selemah ini,” kata Sinner dikutip dari Punto de Break. “Saya benar-benar tidak punya energi. Saya bangun pagi dan sudah merasa tidak enak badan. Lalu saya seperti menabrak tembok di tengah pertandingan.”
Pertandingan di Court Philippe-Chatrier tersebut dimainkan pada siang hari dengan suhu sekitar 30 derajat celcius. Kondisi semakin berat karena minimnya angin di area stadion. Meski begitu, Sinner tidak menjadikan cuaca sebagai alasan utama kekalahan.
“Cuacanya panas, tapi tidak terlalu ekstrem. Saya rasa saya cukup baik untuk bermain, jadi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan panas atau cuaca. Ini hanya masalah pribadi, dan hal seperti ini bisa terjadi,” ujarnya.
Hasil tersebut mengakhiri dominasi Sinner dan juga Carlos Alcaraz di ajang grand slam. Dalam sembilan turnamen mayor sebelumnya, keduanya selalu berbagi gelar. Sinner meraih empat gelar, sementara Alcaraz mengoleksi lima gelar. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO