Buka konten ini

PERAYAAN Iduladha 1447 Hijriah di Kota Batam berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, ditandai dengan penyaluran hewan kurban dari pemerintah, aparat kepolisian, sektor swasta, hingga lembaga pemasyarakatan di berbagai wilayah.
Di tingkat kota, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyerahkan hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada panitia Masjid Agung Raja Hamidah, Rabu (27/5). Sapi berbobot sekitar 925 kilogram itu menjadi salah satu hewan kurban terbesar yang diterima panitia tahun ini.

Li Claudia mengatakan, Iduladha tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
“Semoga masyarakat penerima mendapatkan berkah dari hewan kurban yang disalurkan di Masjid Agung hari ini,” ujarnya.
Ketua Panitia Kurban Masjid Agung Raja Hamidah, Raja Azmansyah, menyebut jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, terutama pada kategori kambing.
Selain bantuan Presiden, hewan kurban juga berasal dari Wali Kota Batam Amsakar Achmad, anggota DPR RI Randi, Panbil Group, jamaah masjid, hingga Badan Pendapatan Daerah Kota Batam.
“Total ada enam ekor sapi dan 18 ekor kambing. Tahun ini jumlah kambing meningkat dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Panitia juga menyiapkan sekitar 1.000 paket daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat sekitar masjid serta kelompok penerima zakat.
Di tingkat kepolisian, Polda Kepulauan Riau menyalurkan 230 hewan kurban yang terdiri dari 113 ekor sapi dan 117 ekor kambing ke berbagai wilayah, mulai dari masjid, pondok pesantren, panti asuhan, hingga permukiman warga.
Kapolda Kepri, Asep Safrudin, menyebut penyaluran tersebut sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat.
“Keseluruhan ada 230 hewan kurban yang kami distribusikan. Ini bentuk kepedulian kami dari jajaran kepolisian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, hewan kurban berasal dari partisipasi anggota kepolisian, masyarakat, serta sejumlah perusahaan. Menurutnya, Iduladha menjadi momentum mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Kabid Humas Polda Kepri, Nona Pricilia Hoei, menyampaikan jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 197 ekor.
“Menjelang hari H jumlahnya bertambah menjadi 230 ekor dan seluruhnya didistribusikan ke lokasi yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain penyaluran, Polda Kepri juga melaksanakan pemotongan hewan kurban di Lahan Ketahanan Pangan Polda Kepri, Rabu (27/5), yang dihadiri jajaran pejabat utama dan Bhayangkari. Kapolda menegaskan bahwa ibadah kurban menjadi pengingat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.
“Nilai-nilai itu harus menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Tak hanya dari instansi pemerintah saja. Kontribusi sektor swasta juga terlihat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT TJK Power yang menyalurkan enam ekor sapi kurban kepada masyarakat di sekitar operasional PLTU Tanjung Kasam, Kecamatan Nongsa. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Masjid Nurul Hidayah, Kampung Teluk Nipah, oleh Wakil Direktur Utama PT TJK Power, Jon Ledi Silas.
Wakil Direktur Utama PT TJK Power, Mohamad Tresna Wikarsa, mengatakan Iduladha menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial dan kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat. “Melalui program kurban ini, kami ingin memastikan kehadiran perusahaan tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain program kurban, TJK Power juga aktif menjalankan berbagai kegiatan CSR lain di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, hingga sektor energi.
Sementara itu, suasana Iduladha juga terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam. Kepala Rutan, Fajar Teguh Wibowo, menyebut jumlah hewan kurban meningkat menjadi tujuh ekor sapi dan 15 ekor kambing. “Alhamdulillah, tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. Utamanya untuk kebutuhan warga binaan,” ujarnya.
Sebagian besar daging kurban dimanfaatkan untuk konsumsi warga binaan pemasyarakatan (WBP), sementara sisanya dibagikan kepada masyarakat sekitar. Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai mitra, termasuk kejaksaan, pengadilan negeri, Pemko Batam, serta partisipasi pegawai.
Sekitar 500 warga binaan juga mengikuti salat Iduladha dengan tertib di dalam rutan. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual. Salah seorang warga binaan, Ihsan, mengaku bersyukur masih dapat merasakan suasana Iduladha meski berada di dalam rutan.
“Saya berharap ini menjadi kebaikan untuk saya dan teman-teman agar terus berbenah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam, juga dilaksanakan penyembelihan lima ekor sapi dan tiga ekor kambing dalam peringatan Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5). Kegiatan bertema “Meneguhkan Spirit Kurban untuk Merawat Alam dan Kemanusiaan” itu menjadi bagian dari pembinaan spiritual warga binaan.
Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, mengatakan kegiatan kurban merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus sinergi berbagai pihak dalam mendukung pembinaan warga binaan.
Ia menjelaskan, proses penyembelihan dilakukan oleh panitia bersama petugas dan warga binaan dengan tetap memperhatikan kebersihan serta sesuai syariat Islam.
Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga binaan dan pihak yang berhak menerima sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur.
“Momentum Iduladha mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut memperkuat nilai kemanusiaan, empati, dan gotong royong di lingkungan pemasyarakatan. (***)
Reporter : AZIS MAULANA – YASHINTA – M SYA’BAN – EUSEBIUS SARA – YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO