Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Keberadaan hewan liar mulai menjadi persoalan di Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Anjing liar yang berkeliaran di kawasan permukiman dinilai mengganggu kebersihan lingkungan dan kenyamanan warga.
Hewan-hewan tersebut kerap mendatangi lokasi tempat pembuangan sampah sementara dan membongkar sampah yang sudah dikumpulkan masyarakat. Akibatnya, sampah kembali berserakan dan menimbulkan bau tidak sedap.
Lurah Tarempa, Muhammad Ridho, mengatakan anjing liar biasanya mencari sisa makanan dari sampah rumah tangga yang dibuang warga.
“Sampah sudah dikumpulkan di satu lokasi, tapi hewan liar suka memberantakkan sampah-sampah itu karena mereka mencari makanan,” ujarnya, Rabu (20/5).
Menurut Ridho, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga memicu keresahan masyarakat. Sampah yang berserakan dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan dan menjadi sumber penyakit.
Karena itu, pihak kelurahan mulai menyiapkan langkah penanganan terhadap hewan liar tersebut. Namun, pendekatan yang dilakukan dipastikan tidak menggunakan cara kekerasan maupun perburuan.
Ia menegaskan pemerintah tidak membenarkan tindakan menyakiti atau membunuh hewan liar. Penanganan akan dilakukan secara persuasif dan humanis.
“Kami tidak ingin ada tindakan yang menyakiti atau membunuh hewan. Penanganannya tetap dilakukan secara baik dan manusiawi,” katanya.
Selain itu, Kelurahan Tarempa juga berencana berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang. Salah satunya melalui pengawasan terhadap hewan peliharaan yang dilepas bebas oleh pemiliknya.
Ridho meminta masyarakat yang memelihara hewan agar lebih bertanggung jawab dan tidak membiarkan hewan berkeliaran tanpa pengawasan di lingkungan permukiman.
“Kami berharap masyarakat yang memiliki hewan peliharaan bisa menjaga dan memperhatikan hewannya supaya tidak mengganggu warga lain,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu faktor yang menarik keberadaan hewan liar di kawasan permukiman.
“Kalau pengelolaan sampah baik, keberadaan hewan liar juga bisa berkurang karena mereka tidak lagi menemukan sumber makanan,” katanya.
Ridho turut menyoroti masih adanya kebiasaan membuang sampah ke laut di kawasan pesisir Tarempa. Ia meminta masyarakat tidak lagi menjadikan laut sebagai tempat pembuangan akhir sampah.
“Kawasan pesisir harus kita jaga bersama. Jangan buang sampah ke laut karena dampaknya besar terhadap lingkungan dan kesehatan,” tegasnya.
Menurutnya, sampah yang dibuang ke laut tidak hanya mencemari perairan, tetapi juga merusak ekosistem dan mengganggu keindahan kawasan pesisir.
Tarempa berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan terus meningkat agar persoalan sampah dan gangguan hewan liar dapat diminimalkan. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY