Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan impor bahan baku utama biji plastik berupa nafta dijadwalkan tiba pada pertengahan Mei 2026 sebagai upaya memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.
”Pertengahan Mei sampai ya, nanti saya update lagi ya,” ujar Budi di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu (17/5).
Ia mengatakan pemerintah terus mengawasi perkembangan pasokan bahan baku agar aktivitas produksi industri plastik nasional tetap berjalan stabil di tengah tantangan rantai pasok global.
Menurut Budi, pasokan nafta yang akan datang pada pertengahan Mei tersebut berasal dari Amerika Serikat. Meski demikian, pemerintah sebelumnya juga sempat menjajaki alternatif sumber impor dari negara lain guna mengantisipasi kebutuhan industri.
”Dari Amerika (asal impor). Kemudian kemarin cari solusinya dari India sama Afrika, tapi yang pertengahan Mei itu, ya dari Amerika,” katanya.
Budi menegaskan langkah impor dilakukan untuk menjaga keberlangsungan rantai pasok industri sekaligus memastikan kegiatan manufaktur tidak mengalami gangguan akibat keterbatasan bahan baku.
Selain membuka keran impor secara terukur, pemerintah juga tetap berupaya mendorong peningkatan kapasitas produksi dalam negeri agar ketergantungan terhadap pasokan luar dapat dikurangi secara bertahap.
Ia menambahkan Kementerian Perdagangan akan terus memperbarui informasi terkait realisasi impor maupun perkembangan distribusi bahan baku plastik ke depannya.
Sebelumnya, pemerintah aktif mencari berbagai alternatif negara pemasok bahan baku plastik demi menjaga kestabilan pasokan dan harga di pasar domestik.
Selama ini, kebutuhan nafta sebagai bahan baku utama biji plastik banyak dipenuhi dari kawasan Timur Tengah. Namun, situasi global membuat proses pengiriman menjadi lebih lama dan persaingan mendapatkan pasokan semakin ketat.Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan pelaku industri serta perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara guna membuka akses terhadap sumber pemasok bahan baku plastik yang baru. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI