Buka konten ini


BATAM (BP) – Peresmian kantor pusat baru Bank Dana Nusantara atau Bank Danus di Batam Centre, Kota Batam, Senin (18/5) berlangsung tak biasa. Tak ada prosesi gunting pita dalam pembukaan Danus Tower di Jalan Raja Isa, Batam Kota.
Jajaran pemegang saham, regulator, dan pejabat daerah justru menuangkan pasir berwarna emas ke sebuah plakat besar bertuliskan “Grand Opening Danus Tower”. Butiran pasir itu perlahan membentuk nama gedung beserta tanggal peresmian, menandai dimulainya operasional kantor pusat baru bank tersebut.

Peresmian gedung sembilan lantai itu bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Danus ke-24. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda pertumbuhan bank daerah asal Kepulauan Riau itu yang kini masuk jajaran empat besar Bank Perekonomian Rakyat (BPR) terbesar di Indonesia dengan total aset mencapai Rp3,5 triliun.
Perwakilan pemegang saham Bank Danus, Soehendro Gautama, mengatakan, pencapaian perusahaan tidak diraih secara instan. Menurut dia, perjalanan Bank Danus selama lebih dari dua dekade dibangun melalui kepercayaan masyarakat yang menitipkan dana untuk kemudian disalurkan kembali ke sektor usaha di Batam dan Kepulauan Riau.
“Hari ini kami berada pada peringkat keempat BPR terbesar secara nasional dengan aset sekitar Rp3,5 triliun. Ini pencapaian yang tidak datang dengan mudah dan tidak datang dengan cepat,” kata Soehendro dalam sambutannya.
Ia menyebut pembangunan Danus Tower diselesaikan dalam waktu sekitar dua tahun. Gedung tersebut dilengkapi sejumlah teknologi modern, mulai dari fasilitas pengisian kendaraan listrik atau EV charger, panel surya, videotron LED, infrastruktur teknologi informasi, hingga sistem pengawasan CCTV berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Soehendro mengatakan, keberadaan gedung baru itu juga menjadi simbol komitmen Bank Danus terhadap perekonomian daerah. “Dari Kepri, oleh Kepri, dan untuk Kepri. Dana yang dititipkan masyarakat kami putar kembali untuk menggerakkan usaha di Batam dan Kepri,” ujarnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, menilai, peresmian Danus Tower mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepulauan Riau. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada 2025 mencapai 6,9 persen, tertinggi di wilayah Sumatra.
“Batam punya kemewahan berada di gerbang perdagangan dunia. Ini menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Rony.
Ia menilai sektor industri, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di Batam masih memiliki ruang tumbuh yang besar. Tingginya kunjungan wisatawan asal Singapura pascapandemi COVID-19 juga dinilai membuka peluang peningkatan transaksi ekonomi di daerah tersebut.
Karena itu, Bank Indonesia mendorong percepatan digitalisasi layanan keuangan melalui penggunaan QRIS dan BI-FAST agar transaksi masyarakat maupun wisatawan asing dapat berlangsung lebih efisien.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kepulauan Riau, Sinar Dananjaya, meminta Bank Danus memperkuat tiga aspek utama yang ia sebut sebagai “3K”: kokoh kuat, kompetitif, dan kontributif.
Menurut Sinar, aspek kokoh kuat harus diwujudkan melalui tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang baik di tengah tantangan geopolitik global, ancaman serangan siber, hingga potensi manipulasi laporan keuangan debitur.
“Analisa kredit jangan sampai management by feeling, tetapi harus benar-benar berbasis manajemen risiko,” ujarnya.
Ia juga meminta Bank Danus meningkatkan daya saing dengan menghadirkan layanan yang lebih cepat, murah, dan mudah diakses masyarakat, terutama pelaku UMKM.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Batam harus dijaga melalui stabilitas keamanan, kenyamanan investasi, dan kepastian regulasi. Pemerintah daerah, kata dia, membuka ruang komunikasi bagi pelaku usaha terkait persoalan investasi maupun perizinan di Batam.
Peresmian Danus Tower menambah daftar gedung perbankan modern yang tumbuh di Batam Centre, kawasan yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang sebagai pusat bisnis dan layanan keuangan di Kota Batam. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : RATNA IRTATIK