Buka konten ini

MINYAK goreng merek Minyakita masih sulit ditemukan di sejumlah swalayan dan toko di Kota Batam memasuki pekan ketiga Mei 2026, kondisi yang mulai dikeluhkan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang bergantung pada minyak goreng berharga terjangkau.
Kelangkaan tersebut membuat masyarakat khawatir harga Minyakita akan ikut mengalami kenaikan, menyusul sejumlah merek minyak goreng lain yang lebih dulu naik sekitar Rp1.000 hingga Rp3.000 per liter. Saat ini, harga Minyakita di Batam masih berkisar Rp15.700 per liter, namun ketersediaannya di pasaran sangat terbatas.
Astrid, warga Batam Center, mengaku kesulitan mendapatkan Minyakita dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyebut, jika pun tersedia, stoknya sangat sedikit dan cepat habis dibeli masyarakat.
“Kalau dulu mudah dicari, sekarang susah sekali. Saya sudah cari ke beberapa swalayan, tapi hampir tidak ada,” ujarnya, Minggu (18/5).
Menurutnya, kondisi ini memaksa masyarakat beralih ke minyak goreng merek lain dengan harga yang lebih tinggi. Di sejumlah swalayan di kawasan Batam Center, stok Minyakita bahkan disebut hampir kosong.
“Atau jangan-jangan karena mau naik, makanya susah dicari,” tambah Astrid.
Keluhan serupa disampaikan Nasir, seorang pedagang gorengan di Batam. Ia mengaku kenaikan harga minyak goreng cukup membebani modal usahanya.
Menurut dia, Minyakita sangat dibutuhkan pelaku usaha kecil karena harganya lebih terjangkau dibandingkan merek lain.
“Sekarang rata-rata harga minyak goreng sudah Rp18 ribuan per liter. Sedangkan Minyakita yang biasanya sekitar Rp15 ribuan malah susah didapat,” katanya.
Nasir berharap pasokan Minyakita segera kembali normal dan harga tetap stabil ketika distribusi mulai lancar. Ia menegaskan, kenaikan harga akan semakin memberatkan pelaku usaha kecil yang juga terdampak kenaikan kebutuhan lain.
“Jangan sampai nanti barangnya sudah ada, tapi harganya malah naik lagi. Sekarang saja sudah berat karena banyak kebutuhan lain juga ikut naik,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, belum dapat dikonfirmasi terkait kondisi stok Minyakita di pasaran Batam saat ini.
Sebelumnya, Bulog Batam memastikan pasokan Minyakita ke Kota Batam akan kembali normal pada Mei 2026. Namun, hingga April lalu, distribusi masih diprioritaskan untuk program bantuan pangan pemerintah.
Guido mengatakan, keterlambatan distribusi ke Batam terjadi karena fokus penyaluran masih diarahkan untuk kebutuhan bantuan pangan nasional.
“Untuk April memang belum ada yang masuk ke Batam karena kami masih fokus penyaluran bantuan pangan. Tapi kami upayakan awal Mei sudah mulai masuk,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Meski demikian, ia memastikan harga minyak goreng di pasaran masih relatif stabil dan belum mengalami lonjakan signifikan. Ia juga menyebut kebutuhan Minyakita di Batam cukup tinggi, mencapai ratusan ribu liter setiap bulan. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO