Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Tumpukan sampah di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Sagulung, Kota Batam, kembali menuai sorotan warga seiring meningkatnya intensitas hujan yang memperparah kondisi lingkungan serta berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Sebagian sampah merupakan timbunan lama yang belum terangkut, sementara sisanya berasal dari sampah baru yang dibuang oleh oknum warga di lokasi yang bukan tempat penampungan sementara (TPS). Kondisi ini diperparah oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya.
Tidak sedikit warga yang diduga sengaja menjadikan pinggir jalan dan lahan kosong sebagai lokasi pembuangan liar karena dianggap lebih praktis dan mudah dijangkau. Persoalan tersebut semakin menjadi perhatian setelah beredarnya video viral di grup WhatsApp warga Sagulung, Sabtu (16/5).
Dalam video itu terlihat sejumlah pengendara sepeda motor berhenti di pinggir jalan untuk membuang kantong sampah di lokasi yang sudah dipenuhi tumpukan sampah. Rekaman tersebut memicu beragam reaksi masyarakat karena dinilai memperparah persoalan sampah di Sagulung, terutama saat curah hujan tinggi.
Perekam video berharap pemerintah bersama aparat terkait dapat mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah liar. Penindakan dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kalau tidak ada tindakan tegas, orang akan terus buang sampah sembarangan. Akhirnya sampah makin menumpuk dan merugikan masyarakat sekitar,” ujar warga dalam narasi video tersebut.
Tumpukan sampah dan keberadaan TPS liar di Sagulung juga dikeluhkan warga karena menimbulkan gangguan lingkungan, kesehatan, hingga kenyamanan. Selain menimbulkan bau tak sedap, sampah di sejumlah titik juga kerap dibakar, sehingga asapnya mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
Camat Sagulung, M. Arfie Eranov, mengatakan pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan seluruh lurah untuk mendata titik-titik TPS liar yang tersebar di wilayahnya.
“Jadi kita data melalui lurah. Karena di setiap RT/RW itu ada grup, sehingga titik-titik TPS liar bisa langsung kita identifikasi,” ujarnya.
Data tersebut kemudian diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam untuk ditindaklanjuti melalui pengangkutan sampah di lokasi yang teridentifikasi.
“Sampai sekarang kita rutin memantau TPS liar ini dan terus kita koordinasikan ke DLH,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah serta tidak membuang sampah sembarangan. Kebiasaan membakar sampah turut menjadi perhatian karena dinilai berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.
“Untuk pembakaran sampah ini sudah rutin kita ingatkan. Kesadaran masyarakat juga sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Batam, Iqbal, mengakui pelayanan pengangkutan sampah saat ini terkendala cuaca ekstrem serta berkurangnya jumlah petugas di lapangan.
“Mohon maaf atas kendala yang terjadi. Saat ini kami sedang mengatur pengangkutannya agar kembali sesuai jadwal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perubahan cuaca yang tidak menentu berdampak pada kondisi kesehatan petugas kebersihan. Hujan yang hampir setiap hari turun disertai perubahan suhu ekstrem membuat sejumlah petugas jatuh sakit.
“Cuaca sekarang menjadi faktor karena setiap hari hujan lalu panas, kemudian hujan lagi. Sebagian satgas kami mengalami sakit akibat perubahan cuaca ekstrem yang mereka hadapi setiap hari,” katanya.
Menurutnya, berkurangnya tenaga membuat proses pengangkutan sampah di sejumlah titik tidak berjalan optimal. DLH saat ini tengah melakukan penyesuaian armada dan personel agar pelayanan kembali normal.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya juga mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah dengan lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya. Pemerintah Kota Batam disebut terus membenahi sistem pengelolaan sampah, termasuk pengangkutan dan penataan titik pembuangan di berbagai wilayah. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA – YOFI YUHENDRI – AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO