Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Rendahnya minat baca masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain gadget dibanding membaca buku dinilai menjadi tantangan besar dalam membangun budaya literasi di wilayah kepulauan tersebut.
Kondisi itu mendorong Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kepulauan Anambas (Dispusida) berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kepulauan Anambas untuk memperkuat gerakan literasi hingga ke desa-desa dan pulau terluar.
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui sosialisasi budaya membaca, pemanfaatan perpustakaan daerah, layanan literasi digital, hingga penyediaan bahan bacaan yang lebih mudah diakses masyarakat.
Kepala Dispusida Kepulauan Anambas, Rusmanda, mengatakan tantangan geografis masih menjadi kendala utama pemerataan akses informasi dan bahan bacaan di daerah kepulauan.
Menurutnya, masih banyak masyarakat di wilayah terpencil yang belum memperoleh akses literasi secara maksimal akibat keterbatasan fasilitas dan distribusi bahan bacaan.
“Sebagai wilayah kepulauan, tantangan akses informasi dan bahan bacaan masih menjadi perhatian bersama. Karena itu diperlukan sinergi lintas sektor agar layanan literasi dapat menjangkau masyarakat hingga ke desa dan pulau terluar,” ujar Rusmanda, Jumat (15/5).
Ia menjelaskan, perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga berkembang menjadi pusat pembelajaran, informasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Perpustakaan saat ini bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pusat informasi, dan ruang pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Rusmanda menilai keterlibatan PKK sangat penting karena organisasi tersebut memiliki jaringan hingga tingkat desa dan langsung bersentuhan dengan keluarga serta anak-anak.
Melalui kerja sama itu, Dispusida berharap masyarakat semakin mudah memanfaatkan layanan perpustakaan, baik secara langsung maupun melalui platform digital yang telah disediakan pemerintah daerah.
Ia juga berharap para ibu rumah tangga dapat menjadi motor penggerak budaya membaca di lingkungan keluarga dengan membiasakan anak-anak membaca sejak usia dini.
“Melalui kerja sama ini masyarakat, khususnya para ibu dan keluarga, diharapkan semakin mudah mengakses bahan bacaan, layanan perpustakaan, serta literasi digital guna mendorong lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kepulauan Anambas, Sinta, menegaskan pihaknya siap membantu menyosialisasikan program literasi hingga tingkat Dasa Wisma di seluruh desa.
Menurutnya, jaringan PKK yang tersebar luas dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca dan penggunaan teknologi secara bijak.
“Melalui jaringan PKK yang menjangkau hingga tingkat Dasa Wisma di desa-desa, PKK siap membantu menyosialisasikan pemanfaatan platform dan bahan bacaan agar dapat diakses masyarakat secara merata di Kabupaten Kepulauan Anambas,” tegas Sinta.
Ia juga menyoroti kebiasaan anak-anak yang kini lebih banyak bermain gadget dan media sosial dibanding membaca buku.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak terhadap perkembangan pengetahuan dan pola pikir anak.
“Sekarang banyak anak-anak lebih asyik bermain gadget dibanding membaca buku. Budaya membaca harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak tidak hanya bergantung pada hiburan digital,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah berharap budaya literasi di Kepulauan Anambas dapat terus tumbuh dan melahirkan generasi muda yang lebih cerdas, aktif, serta siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY