Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan program 3 Juta Rumah berperan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.
”Kalau secara umum, ini merupakan penyediaan rumah khususnya untuk masyarakat kurang mampu, sementara rumah itu sendiri kebutuhan primer, jadi dari program 3 juta rumah itu, secara umum bisa membantu untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Eko saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin (11/5).
Dia mengatakan, konteksnya adalah dalam hal ini MBR bisa memiliki hunian pertama yang layak, terus kemudian juga bisa pada akhirnya nanti bisa mengelola kehidupan rumah tangga dan ekonominya secara lebih baik.
Dia menambahkan, ketika MBR bisa memiliki hunian pertama maka mereka lebih produktif pada kegiatan ekonomi.
Menurut Eko, program 3 Juta Rumah merupakan upaya pemerintah untuk membantu rakyat, terutama MBR agar bisa memiliki hunian pertama melalui berbagai kemudahan akses kredit pemilikan rumah (KPR) dan inovasi skema-skema keringanan pembiayaan dan perizinan untuk pembangunan perumahan.
Semua kemudahan itu, lanjutnya, agar harga rumah yang selama ini sulit terkejar oleh daya beli MBR dapat lebih terjangkau dan ringan oleh MBR.
”Pertama, karena rumah sendiri itu harganya tidak murah, jadi pada akhirnya harus terjangkau dan sesuai (match) dengan daya beli masyarakatnya gitu. Tujuan inilah yang mau disasar oleh pemerintah melalui program 3 Juta Rumah,” katanya.
Selain itu pemerintah juga mau menghubungkan antara dunia keuangan khususnya perbankan dengan masyarakat, sehingga sektor perbankan dapat membuka akses seluas-luasnya kepada MBR untuk mudah mendapatkan KPR.
”Menurut saya dari sisi positifnya, pemerintah mau mengajari masyarakat lebih literate dengan sektor keuangan sehingga dari banknya, misalkan dia tertarik maka dia akan mengalirkan (KPR) ini, dan ini berarti sebuah market baru. Sedangkan sisi konsumennya yakni masyarakat jadi punya daya beli,” katanya.
Dia juga menyarankan agar pemerintah perlu membuat inovasi dan skema dalam penyediaan lahan agar terjangkau bagi pengembang perumahan sehingga harga rumah lebih terjangkau bagi MBR, mengingat selama ini harga rumah sangat dipengaruhi oleh harga lahan.
”Di sinilah peran terbesar dari pemerintah lewat Bank Tanah karena bagian terbesar dari rumah itu biasanya yang paling mahal adalah harga lahannya. Nah supaya harga lahannya ini (terjangkau), dapat memanfaatkan aset pemerintah atau BUMN atau Bank Tanah agar lahannya bisa digunakan untuk membangun perumahan rakyat,” katanya.
Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah menjadi salah satu wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia dari ketimpangan sosial ekonomi.
Tujuan mulia dari Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah adalah memberikan akses hunian layak bagi masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan kelas menengah bawah, serta mempersempit kesenjangan antara masyarakat kota, desa, dan pesisir. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI