Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekosistem kreator yang sangat dinamis, sektor ekonomi kreatif Indonesia menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja pada 2025, meningkat dari 26,48 juta pada tahun sebelumnya. Angka ini setara dengan 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional.
Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional pada 2024 mencapai Rp1.611,2 triliun atau 7,28 persen, menegaskan peran sektor ini sebagai salah satu pilar utama perekonomian Indonesia.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) mencatat bahwa ekonomi kreatif mencakup 17 subsektor, termasuk di antaranya film, animasi, video, aplikasi, dan konten digital, yang kini semakin berkembang seiring meningkatnya peran platform digital dalam kehidupan masyarakat.
Sebagai bagian dari ekositem pendukung para kreator digital, CapCut membuka akses lebih luas bagi kreator lokal sebagai pelaku industri kreatif untuk berkarya, berkolaborasi, dan berkembang sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Kesi Ismayani, kreator asal Bogor, Jawa Barat mengaku banyak terbantu dengan adanya platform tersebut. Kesi yang aktif merilis berbagai templat dengan konten bergaya sinematik dan kutipan (quotes), banyak digunakan oleh pengguna. Sadar akan potensi ekonominya, Ia memberanikan diri menjadi kreator penuh waktu.
”Saya pun konsisten menghasilkan banyak templat video, serta aktif ikut dalam program kreator yang mengantarkan saya ke titik ini. Saya merasa sangat bangga terpilih menjadi pemenang kategori Top Creator CapCut dari ribuan kreator lainnya, dan berharap dapat menginspirasi kreator lokal lainnya untuk terus berkarya dan membuka lebih banyak peluang,” terang Kesi, di Jakarta, Selasa (6/5).
Sementara itu, kreator lainnya, Abu Laist, asal Lampung, mengatakan, dirinya juga meraup keuntungan dengan fokus mengembangkan templat, termasuk saat momen Ramadan.
”Meskipun saya berdomisili di Lampung, CapCut membantu saya berkarya dengan mudah tanpa batasan lokasi, dan bahkan karya templat saya bisa digunakan oleh kreator lainnya di Asia Tenggara. Hal ini membuka peluang baru untuk kolaborasi dan pengembangan karier saya sebagai kreator, sekaligus memberi dampak lebih luas bagi komunitas kreator,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar aplikasi, jenama penyunting ini hadir untuk mendukung pertumbuhan kreator di era ekonomi digital lewat akses terhadap teknologi, kreativitas, dan peluang monetisasi yang lebih luas bagi para pelaku ekonomi kreatif digital tanah air, termasuk para kreator video, desainer, motion artist, hingga kreator AI. Hal ini menjadikan kreativitas tidak hanya sebagai wujud ekspresi, tetapi juga jalur karier profesional.
Melalui rangkaian fitur editing lengkap, para kreator pun bisa semakin mudah dalam berkarya. Sejumlah fitur editing yang tersedia antara lain transisi, filter, efek, teks, dan stiker; templat siap pakai yang memungkinkan siapa pun menghasilkan video berkualitas tinggi dalam hitungan detik; hingga fitur utilitas berbasis AI seperti text-to-image dan AI poster, untuk meningkatkan produktivitas kreatif pengguna. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI