Buka konten ini

JAKARTA (BP) — Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mendorong pemerintah membenahi sistem pemagangan (internship) dokter di Indonesia. Desakan ini muncul setelah empat dokter peserta internship meninggal dunia dalam tiga bulan terakhir.
Menurut Netty, rangkaian peristiwa tersebut tidak bisa dipandang semata sebagai musibah. Ia menilai kasus-kasus itu menjadi penanda adanya persoalan sistemik dalam penyelenggaraan internship dokter.
“Ini alarm keras. Dokter muda tidak boleh menjadi korban dari sistem yang belum sempurna,” kata Netty dalam keterangan resmi, Selasa (5/5).
Ia menyoroti ketidakjelasan status dokter internship yang berada di antara peserta didik dan tenaga kesehatan. Posisi abu-abu itu, kata dia, berdampak pada lemahnya perlindungan hak, mulai dari jam kerja, jaminan kesehatan, hingga kesejahteraan.
Netty juga menilai sistem supervisi dan pendampingan masih bermasalah. Program internship, menurut dia, seharusnya menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan kompetensi, bukan menggantikan peran tenaga medis penuh tanpa pengawasan memadai.
“Beban kerja tinggi, bahkan melebihi batas, serta minim pendampingan berisiko bagi dokter muda dan keselamatan pasien,” ujarnya.
Sebagai legislator bidang kesehatan dan ketenagakerjaan, Netty menyoroti lemahnya mekanisme pengawasan dan pelaporan. Ia menyebut sebagian dokter internship enggan melapor karena khawatir memengaruhi penilaian dan kelulusan.
Karena itu, ia meminta pemerintah melalui Kementerian Kesehatan segera mengambil langkah konkret. Di antaranya, evaluasi nasional terhadap seluruh wahana internship, penguatan sistem supervisi, serta penyediaan mekanisme pengaduan yang aman dan independen.
Netty juga mendorong pembentukan tim investigasi yang transparan dan akuntabel untuk mengungkap penyebab kematian para dokter magang sekaligus merumuskan perbaikan kebijakan ke depan.
“Keselamatan dokter adalah bagian dari keselamatan pasien. Ini momentum pembenahan total,” kata dia.
Sebelumnya, dokter internship Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada Jumat (1/5) setelah sempat dirawat di rumah sakit. Ia diduga mengalami beban kerja berlebih saat menjalani program internship di Rumah Sakit K.H. Daud Arif, Jambi.
Kasus Myta menambah daftar kematian dokter magang menjadi empat orang dalam tiga bulan terakhir. Tiga kasus lain tercatat terjadi di Cianjur, Rembang, dan Denpasar. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR