Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap buruh harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan pekerja Indonesia, terutama dalam menghadapi era digitalisasi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Menurut Eddy, perhatian Presiden terhadap pemenuhan kebutuhan dasar pekerja—mulai dari perumahan hingga kondisi kerja yang lebih layak—perlu diiringi dengan upaya serius meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan begitu, pekerja Indonesia dapat bekerja lebih produktif dan berdaya saing ke depan.
“Kita juga harus memanfaatkan momentum afirmasi pemerintah terhadap pekerja Indonesia dengan meningkatkan keterampilan segenap pekerja,” kata Eddy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (3/5).
Ia menjelaskan, persaingan Indonesia dengan negara-negara tetangga dalam menarik investasi di sektor industri dan manufaktur menuntut kesiapan tenaga kerja nasional. Karena itu, upaya reskilling (alih keterampilan) dan upskilling (peningkatan keterampilan) menjadi keharusan agar pekerja Indonesia mampu bersaing.
Kemampuan pekerja dalam memahami dan memanfaatkan teknologi, lanjut Eddy, merupakan salah satu daya tarik utama bagi masuknya investasi berkualitas ke Indonesia.
“Investasi di sektor pusat data, semikonduktor, dan industri hijau membutuhkan tenaga kerja yang terampil, terdidik, serta menguasai teknologi. Apalagi saat ini kita sudah memasuki era AI,” ujarnya.
Karena itu, Eddy mendorong peningkatan kapasitas pekerja di seluruh Indonesia agar siap berkompetisi dengan negara-negara lain dalam menangkap peluang investasi sektor industri dan manufaktur, yang dibutuhkan untuk menopang target pertumbuhan ekonomi tinggi sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa menjamin seluruh jenis pekerjaan yang tersedia saat ini akan tetap ada di masa depan. Perkembangan teknologi yang sangat cepat, kata dia, akan mengubah peta lapangan kerja.
“Yang bisa dijamin pemerintah saat ini adalah pekerja tidak akan ditinggalkan dan tetap mendapatkan perhatian, khususnya dalam peningkatan kemampuan dan kesejahteraannya,” pungkas Eddy. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR