Buka konten ini
BATAM (BP) – Penyidikan kasus dugaan pembobolan rekening nasabah bernilai miliaran rupiah terus bergulir di Polda Kepri. Penyidik kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak pusat CIMB Niaga, Selasa (28/4) hari ini.
Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, Arif Mahari, mengatakan pihak bank telah mengonfirmasi kehadiran untuk memenuhi panggilan penyidik. Namun, jadwal pasti pemeriksaan masih menunggu kepastian lebih lanjut.
“Pihak CIMB Niaga sudah konfirmasi akan hadir besok. Untuk jamnya memang belum dipastikan,” ujar Arif, Senin (27/4).
Ia menyebutkan, pada tahap awal pihak bank mengonfirmasi akan menghadirkan dua orang perwakilan. Penyidik berharap jumlah tersebut tidak berubah agar proses klarifikasi berjalan optimal.
“Untuk awal dikonfirmasi dua orang. Mudah-mudahan tidak ada perubahan,” tambahnya.
Menurut Arif, kehadiran pihak pusat sangat penting untuk mengungkap secara utuh mekanisme dugaan pembobolan rekening. Selama ini, penyidik baru memperoleh keterangan dari korban serta pihak cabang di Batam.
“Keterangan sejauh ini masih dari korban dan pihak cabang, tapi belum memberikan gambaran utuh terkait kejadian,” jelasnya.
Sebelumnya, agenda pemeriksaan terhadap pihak bank sempat tertunda karena saksi yang diharapkan tidak memenuhi panggilan penyidik. Penjadwalan ulang dilakukan guna mempercepat proses penyidikan.
Polda Kepri saat ini menangani tiga laporan dugaan pembobolan rekening yang melibatkan lima perusahaan. Total kerugian yang dilaporkan mencapai miliaran rupiah dengan pola kejadian yang serupa.
Kasus pertama dialami PT XSS dengan kerugian Rp1,86 miliar pada 23 Desember 2025. Selanjutnya, tiga perusahaan—PT Laras Era Perdana, PT Mustika Mas Sejati, dan PT Ismadi Salam—yang tergabung dalam satu akun BizChannel, mengalami kerugian sekitar Rp750 juta pada 30 Desember 2025.
Sementara itu, PT GMBR melaporkan kerugian terbesar mencapai Rp3,4 miliar pada Februari 2026. Meski terjadi pada waktu berbeda, penyidik menemukan indikasi pola yang sama dalam setiap kasus.
Di sisi lain, Direktur PT XSS, Heru, mengaku optimistis dana perusahaannya dapat kembali. Ia menilai kejadian tersebut bukan disebabkan kelalaian, melainkan dugaan kelemahan sistem keamanan perbankan.
Heru menyebut telah melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak bank sekitar 20 menit sebelum transaksi pembobolan terjadi. Namun, upaya pencegahan dinilai tidak berjalan optimal.
“Saya sudah lapor sebelum kejadian, tapi tetap terjadi pembobolan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sistem deteksi transaksi pada layanan BizChannel yang dinilai belum mampu mengantisipasi aktivitas tidak wajar dalam jumlah besar. Meski demikian, ia memastikan telah mengikuti seluruh prosedur, termasuk melapor ke pihak bank dan kepolisian pada hari yang sama.
“Saya yakin uang itu bisa kembali, karena saya tidak merasa lalai,” tegasnya. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : MUHAMMAD NUR