Buka konten ini
BATAM (BP) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat 103 kasus baru HIV sepanjang Januari hingga Maret 2026. Temuan ini didominasi kelompok usia produktif, terutama rentang 25 hingga 49 tahun.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan mayoritas kasus berasal dari laki-laki sebanyak 79 orang, sedangkan perempuan 24 orang.
“Dari total 103 kasus, kelompok usia 25 hingga 49 tahun paling dominan dengan 74 kasus. Ini menunjukkan penularan masih banyak terjadi pada usia produktif,” ujar Didi, Jumat (17/4).
Ia merinci, kelompok usia 20 hingga 24 tahun mencatat 17 kasus. Kemudian usia di atas 50 tahun sebanyak 7 kasus. Sementara itu, usia 15 hingga 19 tahun terdapat 4 kasus, usia 5 hingga 14 tahun 1 kasus, dan tidak ditemukan kasus pada usia di bawah 4 tahun.
Menurut Didi, tingginya angka pada usia produktif menjadi perhatian serius. Kelompok ini memiliki mobilitas tinggi dan aktivitas sosial yang luas, sehingga berpotensi meningkatkan risiko penularan.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Edukasi dan pencegahan harus lebih masif, terutama menyasar kelompok usia produktif,” tegasnya.
Ia menjelaskan, temuan tersebut merupakan bagian dari upaya aktif pemerintah dalam melakukan skrining dan deteksi dini, sesuai target indikator kebijakan nasional penanggulangan HIV/AIDS.
Dinkes Batam, lanjut dia, terus menggencarkan berbagai langkah pencegahan. Mulai dari sosialisasi, tes HIV secara sukarela atau voluntary counseling and testing (VCT), hingga pendampingan bagi orang dengan HIV (ODHIV).
“Kami mengimbau masyarakat tidak ragu melakukan pemeriksaan. Semakin cepat diketahui, penanganan bisa segera dilakukan dan kualitas hidup penderita tetap terjaga,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menghilangkan stigma terhadap ODHIV agar mereka tidak takut memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan.
“Penanganan HIV tidak hanya soal medis, tetapi juga dukungan sosial. Tanpa stigma, upaya pengendalian akan jauh lebih efektif,” tutupnya.
Sementara itu, sepanjang 2025, Dinkes Batam mencatat 671 kasus baru HIV/AIDS. Angka ini menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 822 kasus.
Didi menyebut, penurunan tersebut menjadi indikator positif dari berbagai upaya sosialisasi dan penanganan yang telah dilakukan. Meski demikian, pengendalian HIV/AIDS tetap menjadi prioritas.
“Walaupun ada penurunan, bukan berarti kita bisa lengah. Target kita tetap Three Zero, yakni nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol stigma,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan penanganan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga persoalan sosial, terutama stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Untuk itu, Dinkes Batam terus memperkuat sejumlah langkah konkret dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di daerah tersebut. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK