Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Keluhan masyarakat terkait bus Trans Batam yang masih melakukan pengisian bahan bakar di jam sibuk pagi menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada keterlambatan layanan dan kenyamanan penumpang.
Salah seorang penumpang setia, Yana Julio, yang setiap hari menggunakan rute Batam Center–Tanjung Piayu, mengaku kerap mengalami keterlambatan karena bus harus mengantre pengisian solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada jam berangkat kerja.
Ia menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, terutama pada jadwal keberangkatan sekitar pukul 07.30 WIB. Tidak jarang bus harus ikut mengantre bersama kendaraan besar lainnya, sehingga waktu tunggu mencapai 30 hingga 40 menit.
Menanggapi hal itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto, mengatakan pihaknya memahami keluhan penumpang dan tengah menyiapkan skema baru agar pengisian bahan bakar tidak mengganggu jadwal pelayanan.
Ia menjelaskan, selama ini pengisian BBM armada Trans Batam masih mengikuti kuota harian di SPBU dan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Namun, ke depan Dishub mulai mengatur agar pengisian dilakukan setelah armada menurunkan penumpang di titik akhir perjalanan.
“Isi di SPBU terdekat dulu, baru jemput penumpang lagi. Nanti kita coba secara bertahap,” ujar Bambang kepada Batam Pos, Kamis (17/4) siang.
Menurut Bambang, pengisian di luar jam operasional belum sepenuhnya memungkinkan karena sebagian lokasi pool atau garasi armada cukup jauh dari SPBU yang melayani solar untuk kendaraan besar.
Karena itu, solusi yang disiapkan adalah pengisian dilakukan pada waktu yang lebih sepi, misalnya setelah pukul 09.00 WIB atau setelah bus menurunkan penumpang di halte tujuan akhir.
Sebagai contoh, untuk rute Batuaji–Batam Center, pengisian BBM akan dilakukan setelah seluruh penumpang turun di halte Batam Center. Setelah itu, bus diarahkan mengisi bahan bakar di SPBU terdekat sebelum kembali beroperasi.
“Isinya tetap di jam operasional, tapi pengisian BBM dilakukan setelah menurunkan penumpang,” jelasnya.
Ia tidak menampik bahwa saat ini masih ada armada yang terpaksa membawa penumpang hingga ke SPBU, terutama pada koridor di kawasan Batam Center. Hal itu terjadi karena keterbatasan SPBU terdekat serta ketersediaan solar.
“Kadang di Ocarina stoknya habis, jadi agak sulit mencari titik SPBU yang dekat,” katanya.
Meski demikian, Dishub memastikan terus melakukan evaluasi agar pengisian BBM dapat dilakukan di waktu dan lokasi yang lebih tepat, sehingga tidak menimbulkan antrean panjang yang berdampak pada penumpang.
“Di saat sepi atau saat jam berangkat kerja dan antrean SPBU tidak panjang, baru kita jadwalkan pengisian,” ujar Bambang.
Dishub berharap penataan jadwal ini dapat diterapkan secara bertahap sehingga pelayanan Trans Batam menjadi lebih tepat waktu, nyaman, dan tetap dapat diandalkan sebagai moda transportasi harian masyarakat.
“Target kita, pola pengisian BBM baru ini bisa berjalan bertahap dalam waktu dekat agar tidak lagi mengganggu jam sibuk pagi,” tutupnya. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO