Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kecelakaan tragis menimpa helikopter Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4). Seluruh delapan orang di dalamnya, terdiri atas kru dan penumpang, dinyatakan meninggal dunia setelah helikopter hilang kontak hanya lima menit setelah lepas landas.
Berdasarkan keterangan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), helikopter tersebut lepas landas pada pukul 08.34 WIB dari area perkebunan di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, dengan tujuan Kabupaten Kubu Raya. Namun, pada pukul 08.39 WIB, AirNav Indonesia melaporkan hilangnya kontak dengan pesawat tersebut.

“Berdasarkan informasi dari AirNav, pesawat hilang kontak pada pukul 08.39 WIB, lima menit setelah lepas landas,” ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Jumat (17/4).
Tak hanya kehilangan komunikasi, helikopter juga menghilang dari pantauan radar. Sekitar pukul 09.15 WIB, Basarnas Command Center menerima sinyal darurat dari emergency locator transmitter (ELT) yang memancarkan koordinat di wilayah Desa Tapang, Kecamatan Nanga Taman.
Menindaklanjuti sinyal tersebut, tim SAR gabungan langsung dikerahkan dari Pos SAR Sintang pada pukul 11.00 WIB. Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara. Helikopter Super Puma milik TNI AU turut diterjunkan untuk membantu pemantauan dari udara.
“Hasil pemantauan menemukan serpihan yang diduga bagian ekor helikopter sekitar tiga kilometer dari titik hilang kontak,” jelas Syafii.
Kondisi medan yang berupa hutan lebat dengan topografi perbukitan terjal menjadi tantangan utama dalam proses pencarian dan evakuasi. Meski demikian, tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, memastikan seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
“Berdasarkan informasi di lapangan, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.
Delapan korban terdiri atas dua kru, yakni Kapten Marindra Wibowo sebagai pilot dan Harun Arasyid sebagai teknisi, serta enam penumpang, yakni Patrick K (warga negara Malaysia), Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Helikopter tersebut diketahui dioperasikan oleh PT Matthew Air Nusantara dan tengah menjalankan penerbangan dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 di Kabupaten Sanggau.
Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari. Tim SAR gabungan berhasil mengangkat seluruh korban dari lokasi jatuhnya helikopter pada pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, evakuasi dilanjutkan dengan penurunan jenazah dari area perbukitan menuju posko lapangan hingga selesai pada Jumat dini hari.
“Seluruh rangkaian operasi berjalan lancar berkat sinergi dan koordinasi seluruh unsur di lapangan,” ujar Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra.
Jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK