Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Penyelidikan kasus terbaliknya tugboat ASL Mega di perairan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, terus bergulir. Kepolisian memperluas pemeriksaan dengan memanggil sejumlah saksi tambahan, termasuk kapten kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan keterangan para saksi diperlukan untuk menyinkronkan informasi awal terkait dugaan penyebab insiden, khususnya mengenai kondisi cuaca saat peristiwa terjadi.
“Dari keterangan awal disebutkan cuaca buruk. Ini yang akan kami sinkronkan dengan keterangan saksi tambahan,” ujarnya.
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan kondisi cuaca pada saat kejadian.
“Sudah kami surati,” tegasnya.
Sejauh ini, sedikitnya lima saksi telah dimintai keterangan. Mereka terdiri dari satu korban selamat, manajer operasional perusahaan, serta sejumlah pekerja yang berada di lokasi saat insiden berlangsung.
“Proses penyelidikan masih berjalan. Hasilnya akan segera kami sampaikan,” tambahnya.
Diketahui, insiden tersebut terjadi pada Jumat (6/3) sore saat tugboat ASL Mega tengah membantu proses pandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta di perairan dekat jetty PT ASL Shipyard. Kapal tunda itu tiba-tiba terbalik saat menjalankan tugasnya.
Dalam peristiwa tersebut, terdapat lima kru di atas kapal. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Abdul Rahman selaku nakhoda, Guntur Pardede, dan Jhonson Bertuahman Damanik.
Sementara dua kru lainnya berhasil selamat, yakni M Habib Ansyari dan Yusuf Tangkil. Yusuf ditemukan dalam kondisi hidup setelah terjebak di ruang mesin kapal selama tiga hari sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO