Buka konten ini

PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menekan angka pengangguran yang saat ini mencapai sekitar 75 ribu orang.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan BLK menjadi ujung tombak dalam meningkatkan keterampilan pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri.
“Balai Latihan Kerja kita optimalkan agar para pencari kerja memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelatihan di BLK tidak hanya bersifat teori, tetapi juga mengedepankan praktik langsung agar peserta siap terjun ke dunia kerja.
Sejumlah bidang pelatihan menjadi fokus, di antaranya pengelasan, menjahit, serta keterampilan teknis lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di Kepri.
Untuk bidang pengelasan, peserta dilatih hingga memenuhi standar industri, termasuk kemampuan pengelasan bawah air yang dibutuhkan di sektor maritim.
“Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, seperti pengelasan yang bisa langsung disalurkan ke galangan kapal,” jelasnya.
Selain itu, pelatihan menjahit juga terus didorong seiring berkembangnya sektor industri kreatif dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Peserta dibekali kemampuan dari dasar hingga produksi pakaian siap jual, sehingga tidak hanya bisa bekerja di industri, tetapi juga membuka usaha sendiri.
Tak hanya fokus pada penyerapan tenaga kerja, Pemprov Kepri juga mendorong lahirnya wirausaha baru melalui dukungan permodalan.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan Bank Riau Kepri untuk mempermudah akses pinjaman modal bagi masyarakat.
Program ini menawarkan proses pengajuan yang lebih sederhana serta bunga pinjaman yang terjangkau.
“Dengan membuka usaha, pengangguran bisa ikut terserap. Kita perkuat kemudahan akses pinjaman modal di bank,” tambahnya.
Ansar menegaskan, kombinasi antara pelatihan keterampilan dan dukungan permodalan menjadi kunci dalam menekan angka pengangguran di Kepri.
Ia berharap, berbagai program tersebut mampu membuka peluang kerja lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY