Buka konten ini

MADRID (BP) – Atletico Madrid memupuskan ambisi FC Barcelona meraih treble winners musim ini. Atletico menyingkirkan Barca dalam semifinal Copa del Rey dengan agregat 4-3.
Salah satunya berkat kemenangan 4-0 di Riyadh Air Metropolitano, Madrid (13/2).
Dini hari nanti (5/4), Barca kembali ke Metropolitano dalam jornada ke-30 LALIGA (siaran langsung beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB). Klub asal Catalan itu pun menyiapkan strategi untuk tidak mengulang hasil memalukan dua bulan lalu.
Duel di Metropolitano sekaligus jadi duel pembuka kedua klub sebelum saling jegal dalam dua leg di perempat final Liga Champions.
”Aku yakin klub ini bisa kompetitif di ajang apa pun,’’ kata gelandang Barca, Pedri, seperti dilansir dari Marca.
”Kami telah mempersiapkan strategi terbaik di sana (Metropolitano),” imbuh pemilik nama lengkap Pedro Gonzalez Lopez tersebut tanpa memberi bocoran strategi.
Sementara entrenador Atletico Diego Simeone meminta pemainnya untuk mengulang gaya main saat membantai Barca empat gol tanpa balas dua bulan lalu.
’’Kami harus terus berlari dan tidak banyak membuang-buang waktu,’’ ucap Cholo –sapaan karib Simeone.
Menurutnya, hanya dengan cara itu mereka bisa menyulitkan Barca dalam mengembangkan permainan.
Terancam Didekati El Real
Saat ini Barca hanya memimpin empat poin (73-69) atas Real Madrid di klasemen sementara LALIGA. Jika Barca sampai tersandung di Metropolitano, maka itu bisa memberi kesempatan El Real merapatkan gap. Terlebih Los Merengues –sebutan Real– hanya menghadapi klub zona degradasi, RCD Mallorca, malam nanti (4/4).
Entrenador Barca Hansi Flick menyebut, persaingan dengan Real bisa berlangsung sampai akhir musim. Delapan laga sisa di LALIGA sudah seperti final.
”Sekali kami terpeleset, kami mungkin bisa kehilangan peluang (juara),” ucapnya.
Yamal Khawatir Ujaran Rasisme
Pendukung Atletico dikenal berisik di Metropolitano. Terutama saat melakoni big match. Itu yang bisa terjadi saat menjamu Barca nanti. Wide attacker Barca, Lamine Yamal, juga mengkhawatirkan dirinya jadi sasaran ujaran rasisme. Seperti yang dialami Yamal saat memperkuat Spanyol dalam uji coba lawan Mesir (1/4). Pemilik nomor 10 Barca itu menerima hujatan bernada Islamophobia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO