Buka konten ini

PELABUHAN ASDP Tanjunguban, Bintan, mulai bersolek menyambut para pejuang rindu. Menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026, otoritas pelabuhan telah menyiagakan lima unit kapal RoRo untuk melayani rute sibuk Tanjunguban (Bintan) menuju Telagapunggur (Batam).
Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Ainul Yaqin, menegaskan komitmennya untuk memastikan kelancaran arus mudik tahun ini. Ia menyatakan pihaknya siap mengambil langkah taktis jika terjadi penumpukan penumpang di dermaga.

”Kita siap menambah trip jika diperlukan. Tentu setelah mendapatkan persetujuan dari BPTD dan Syahbandar,” ujar Ainul, Rabu (11/3).
Adapun lima armada yang akan menjadi tumpuan pemudik adalah KMP Barau, KMP Tanjungburang, KMP Niaga Ferry II, KMP Mulia Nusantara
KMP Tri Sakti Adinda (Dijadwalkan kembali beroperasi pada H-7 atau Sabtu, 14/3).
Ainul memprediksi denyut mudik untuk lintasan pendek akan mulai terasa pada H-5. Meski begitu, ia memperkirakan arus mudik kali ini tidak akan sepadat arus balik nantinya.
Selain lintasan pendek, napas mudik juga terasa di jalur ”tol laut” jarak jauh. KMP Bahtera Nusantara (BN) 03 sudah mulai mengantarkan pemudik rute Tanjunguban-Tambelan-Sintete dengan kenaikan penumpang mencapai 20 persen. Sementara itu, KMP BN 01 rute Natuna-Anambas diprediksi mengalami lonjakan pada Rabu malam ini.
Prioritaskan Mobil Pribadi ke Riau
Kebijakan khusus diterapkan di Pelabuhan RoRo Parit Rampak, Karimun. KMP Teluk Singkil, yang menjadi satu-satunya tumpuan menuju daratan Riau (Mengkapan/Tanjungbuton), akan memprioritaskan kendaraan pribadi dan sepeda motor.
”Mulai Sabtu (14/3) atau H-6, kendaraan jenis truk untuk sementara dilarang menyeberang guna memberi ruang bagi pemudik keluarga,” tegas Kepala UPT Pelabuhan RoRo Parit Rampak, Purnama. Truk hanya akan diperbolehkan naik kapal jika masih terdapat ruang sisa setelah seluruh mobil pribadi terakomodir.
Untuk tiket, warga diimbau langsung datang ke pelabuhan karena sistem pemesanan (booking) belum tersedia bagi kendaraan, kecuali untuk penumpang jalan kaki.
Puncak Arus Mudik 17-18 Maret
Kabar dari Pelni Tanjungpinang, puncak arus mudik melalui Pelabuhan Sei Kolak Kijang diprediksi jatuh pada 17-18 Maret mendatang. Dua kapal raksasa, KM Bukit Raya dan KM Tidar, disiapkan untuk mengangkut lebih dari 3.000 jiwa menuju Natuna hingga Surabaya.
”Ada kenaikan sekitar 8-9 persen dibanding tahun lalu. Kami juga tengah mengajukan dispensasi tambahan kapasitas sebesar 45 persen kepada pemerintah,” ungkap Kepala Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana.
Ainul Yaqin dari ASDP menitipkan pesan menyentuh bagi seluruh pemudik: ”Pastikan kondisi tubuh sehat sebelum berlayar dan beli tiket hanya di kanal resmi. Jangan sampai niat bertemu keluarga justru terhambat masalah kesehatan atau penipuan tiket.” ujarnya. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO – MOHAMAD ISMAIL – SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY