Buka konten ini

BINTAN (BP) – Debit air Waduk Sei Jago di Kecamatan Bintan Utara kembali mengalami penyusutan. Waduk yang menjadi sumber utama pasokan air bersih bagi warga Tanjunguban itu kini hanya tersisa sekitar 40 sentimeter.
Kasi Teknik PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban, Kandar, mengatakan penyusutan terjadi karena minimnya curah hujan dalam sepekan terakhir.
“Karena sudah sekitar seminggu tidak turun hujan, tinggi muka air waduk saat ini tercatat 40 sentimeter,” ujar Kandar, Selasa (10/3).
Sebelumnya, tinggi muka air waduk sempat mencapai 65 sentimeter. Namun, kondisi tersebut kembali menyusut seiring berkurangnya pasokan air akibat cuaca kering.
Penyusutan ini berdampak pada kapasitas pengisian air ke reservoir yang tidak dapat terisi penuh.
“Pengisian ke reservoir tidak sampai penuh. Dari kapasitas 1.000 ton, hanya sekitar 500 ton yang bisa terisi,” jelasnya.
Ia menerangkan, pengisian air ke reservoir dilakukan pada malam hari mulai sekitar pukul 21.00 WIB hingga 01.00 WIB. Selanjutnya, air dialirkan kepada pelanggan PDAM di wilayah Kota Tanjunguban mulai pukul 04.30 WIB hingga sekitar pukul 09.00 WIB.
“Biasanya sekitar pukul 09.00 pagi air di reservoir sudah habis,” katanya.
Sementara itu, pelanggan di wilayah lain seperti Perumahan Telaga Surya, Bintang Lima, dan Kampung Baru mendapatkan pasokan air langsung pada siang hari.
Kandar menambahkan, sebelumnya distribusi air kepada pelanggan dapat dilakukan selama 24 jam. Namun, akibat penyusutan air di waduk, waktu distribusi kini jauh lebih terbatas.
“Kalau sebelumnya bisa 24 jam, sekarang bahkan tidak sampai 12 jam. Paling hanya sekitar 4 sampai 5 jam saja, terutama di wilayah kota,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijak selama kondisi pasokan masih terbatas.
“Untuk sementara kami minta pelanggan memanfaatkan air seefisien mungkin,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY