Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kering yang diterapkan selama bulan Ramadan di Kepulauan Riau menuai protes dari masyarakat. Keluhan tersebut ramai disampaikan warga melalui media sosial.
Banyak warga menilai menu MBG yang dibagikan kepada pelajar dinilai terlalu sederhana dan belum mampu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Dalam sejumlah unggahan yang beredar, paket MBG disebut hanya berisi satu butir telur rebus, sebungkus kecil kacang, dan kurma.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengatakan pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan program tersebut.
“Ya, kemarin sudah ada pernyataan dari Ketua BGN bahwa program ini akan dievaluasi. Kita berharap jika masih ada kekurangan bisa segera diperbaiki,” kata Ansar, Kamis (5/3).
Menurut Ansar, program MBG merupakan program yang sedang berjalan sehingga penyempurnaan akan terus dilakukan seiring pelaksanaannya.
“Ini program yang sedang berjalan. Jadi sambil berjalan tentu akan terus disempurnakan. Dari waktu ke waktu kita perbaiki agar pelaksanaannya semakin baik,” ujarnya. Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kepri terus memantau pelaksanaan program tersebut di daerah.
Ansar juga mengaku telah meminta laporan secara berkala dari pihak terkait untuk memastikan distribusi serta kualitas menu yang diterima para siswa.
Selain itu, ia akan mengecek jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kepri yang perlu mendapat teguran karena menyediakan menu MBG kering tanpa memperhatikan kecukupan gizi penerima manfaat.
“Nanti saya cek dulu. Ini memang menjadi perhatian kita bersama, termasuk dengan Pak Wakil Gubernur,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang orang tua siswa penerima MBG, Retno, mengatakan anaknya menerima paket makanan berupa roti, telur rebus, dan kacang. Ia berharap menu MBG dapat ditingkatkan agar lebih layak dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Ya bisa ditambah yang lain, misalnya ayam goreng. Jadi MBG benar-benar bermanfaat untuk buka puasa,” ujarnya. (*)
Reporter :MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY