Sabtu, 4 April 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Musisi Batam Bersatu Lewat Thrift for Hope

BATAM (BP) – Nada musik, tawa kebersamaan, dan semangat kemanusiaan berpadu dalam kegiatan bazar amal bertajuk “Thrift for Hope” yang digelar komunitas musisi dan seni Kota Batam, Minggu (28/12) malam. Selama satu hari penuh, sejak pagi hingga malam, para musisi, seniman, dan masyarakat Batam bersatu menggalang donasi untuk membantu korban bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Kegiatan ini mengusung konsep bazar pakaian layak pakai atau thrift, hasil dari donasi masyarakat dan para musisi. Sejak dua pekan sebelum hari pelaksanaan, panitia telah membuka pengumpulan pakaian, yang kemudian dijual kembali dalam bazar amal. Seluruh hasil penjualan disalurkan untuk korban bencana.

Ketua Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) Kepri sekaligus Ketua Panitia, Kinan, mengatakan kegiatan ini lahir dari kepedulian bersama terhadap musibah yang menimpa saudara-saudara di Sumatra.

“Konsep dari awal memang bazar amal Thrift for Hope. Kami open donasi pakaian layak pakai dari musisi dan masyarakat Batam. Semua yang terkumpul kami bazarkan dan hasilnya diserahkan untuk korban bencana,” ujar Kinan.

Bazar mulai dibuka sejak pukul 10.00 WIB. Meski cuaca sempat mendung dan gerimis, antusiasme masyarakat tetap terasa. Sejumlah pengunjung tampak datang silih berganti, memilih pakaian sembari menyumbangkan sebagian rezekinya. Suasana semakin hidup dengan kehadiran musisi senior Batam serta berbagai komunitas musik yang turut meramaikan acara.

Tak hanya menerima donasi pakaian, panitia juga membuka donasi dalam bentuk uang tunai pada hari pelaksanaan.
“Apapun bentuk donasinya kami terima. Baik pakaian, uang tunai, maupun bantuan lainnya,” kata Kinan.

Terkait pakaian yang tidak habis terjual, panitia menyiapkan beberapa opsi penyaluran. Jika tersedia armada, pakaian akan dikirim langsung ke daerah terdampak. Namun jika tidak memungkinkan, pakaian akan dikonversi menjadi dana melalui kegiatan lanjutan.
“Kalau tidak bisa dikirim langsung, tetap kami usahakan nilainya menjadi uang. Bisa lewat proyek berikutnya atau penjualan online. Prinsipnya, donasi harus sampai ke tujuan,” tegasnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini datang dari berbagai organisasi musik. Perwakilan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPRI), Elti, menyebut Thrift for Hope sebagai wujud empati musisi terhadap sesama.

“Kami hadir dengan rasa bahagia karena bisa ikut merasakan penderitaan saudara-saudara kita di Sumatra. Walaupun yang kami berikan mungkin belum maksimal, setidaknya ini bentuk kepedulian,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dian dari Solidaritas Musisi dan Seni Batam (SOMBA). Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan solidaritas lintas komunitas.

“Ini acara gabungan komunitas musik dan seni di Batam. Sangat positif. Harapannya ke depan bisa lebih solid dan lebih besar lagi, bahkan melibatkan pejabat dan pengusaha Kota Batam,” katanya.

Ketua Batam Jazz Society (BJS), Rias, menekankan pentingnya kolaborasi agar gerakan kemanusiaan lebih berdampak. Ia menyebut, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa aksi bersama jauh lebih efektif dibanding bergerak sendiri-sendiri.

“Goals kami sederhana, meringankan beban saudara-saudara kita yang kena musibah. Ajang silaturahmi ini bonus. Donasi tetap tujuan utama,” ujarnya.
Rencananya, hasil penggalangan dana dari kegiatan Thrift for Hope akan disalurkan ke wilayah Aceh dan daerah terdampak lainnya di Sumatra secara bergiliran.

Dukungan penuh juga diberikan pemilik Geudong Kopi, Syamsul Paloh, yang menyediakan tempat dan sarana kegiatan. Ia menyebut bazar amal ini sebagai panggilan kemanusiaan yang menyentuh hati.

“Ini kegiatan positif dan panggilan kemanusiaan. Kita sama-sama terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang diuji oleh bencana. Selama untuk kebaikan, tempat dan sarana ini saya berikan dengan sepenuh hati,” ujar Syamsul.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi perhatian bersama, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat luas. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GUSTIA BENNY