Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera (PO SAN), Kurnia Lesani Adnan, mengungkapkan bahwa kelangkaan solar di Bengkulu mulai berdampak serius pada layanan angkutan umum. Terhambatnya pasokan BBM membuat jadwal perjalanan terganggu karena para sopir harus mengantre panjang demi mendapatkan solar, sehingga waktu operasional ikut tersita.
Menurutnya, kondisi ini juga menimbulkan ketidakpastian dalam bisnis, terutama menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru. Ia berharap persoalan BBM di Bengkulu segera mendapat penanganan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Di tengah situasi tersebut, PO SAN fokus melakukan penghematan konsumsi BBM. Salah satunya dengan melatih para sopir agar mengemudi lebih efisien.
“Kami awasi kecepatan, memanfaatkan teknologi untuk memantau alokasi BBM dan pola mengemudi. Jika ada sopir yang pengeremannya buruk atau mengemudi ugal-ugalan, nilainya langsung terlihat,” ujar Kurnia Lesani Adnan.
Sopir yang menunjukkan performa kurang baik akan dipanggil dan diberi pelatihan. Jika masih mengulangi kesalahan yang sama, peringatan akan diberikan beberapa kali hingga akhirnya sopir dapat diistirahatkan bila tak menunjukkan perubahan.
Meski menerapkan penghematan, PO SAN memastikan armadanya tetap tiba tepat waktu. “Jam istirahat kami batasi, sekitar 30–40 menit agar perjalanan tetap sesuai jadwal,” jelasnya.
Tidak hanya itu, PO SAN juga menyediakan layanan live tracking yang bisa diakses penumpang dan keluarga. Fitur ini memudahkan keluarga memantau posisi bus secara real time agar proses penjemputan di tujuan menjadi lebih mudah dan akurat. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO