Buka konten ini
BATAM (BP) – Praktik percaloan tiket menjadi salah satu potensi pelanggaran yang diantisipasi aparat kepolisian selama arus mudik Lebaran 2026. Polda Kepulauan Riau menegaskan tidak akan memberi ruang bagi calo yang mencoba mengambil keuntungan dari masyarakat.
Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin, mengatakan pihaknya telah memerintahkan seluruh jajaran yang terlibat dalam Operasi Ketupat Seligi untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan sejak dini terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum selama masa mudik.
“Potensi itu tentu ada. Karena itu kami sudah memerintahkan sub-satgas, baik dari unsur penegakan hukum maupun intelijen, untuk melakukan penyelidikan sejak awal. Jika ditemukan praktik percaloan, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah telah memberikan subsidi pada sejumlah moda transportasi agar masyarakat dapat memperoleh tiket dengan harga terjangkau. Karena itu, jika ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga tiket melalui praktik percaloan, kepolisian akan bertindak tegas.
“Kami ingatkan kepada para calo agar tidak melakukan praktik tersebut. Jika kami temukan, tentu akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak tergiur membeli tiket melalui perantara yang tidak resmi karena berisiko menjadi korban penipuan.
Dalam pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini, Polda Kepri juga menggelar Operasi Ketupat Seligi dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait.
Sejumlah objek vital menjadi fokus pengamanan, seperti pelabuhan, bandara, tempat ibadah, hingga lokasi wisata yang biasanya dipadati masyarakat selama libur Idulfitri.
Pengawasan juga difokuskan pada aktivitas keberangkatan kapal penumpang yang dalam satu perjalanan dapat mengangkut ribuan pemudik dari Batam.
“Kami pastikan penumpang terdaftar dalam manifest, kapal tidak overload, serta proses keberangkatan berjalan aman dan tertib,” kata Asep.
Ia berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman sehingga dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
“Saya imbau masyarakat jangan membeli tiket melalui calo karena sangat merugikan. Untuk para calo, sekali lagi saya ingatkan, jika terbukti melakukan praktik tersebut akan kami tindak tegas,” pungkasnya. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK