Buka konten ini
BATAM (BP) – Setiap hujan turun di Kota Batam, selalu menimbulkan banjir di banyak tempat. Bahkan, jika intensitasnya tinggi, maka titik banjir semakin bertambah. Penyebab utamanya, drainase yang buruk dan tidak mampu lagi menampung debit air hujan, hingga meluber ke badan jalan dan pemukiman.
Berdasarkan hasil survei bersama antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam, hingga Agustus 2025, ditemukan 105 titik banjir di wilayah Batam dengan total luas genangan mencapai sekitar 102 hektare.
Angka ini meningkat dibandingkan laporan sebelumnya di Mei 2025 yang hanya 103 titik. Dari 105 titik itu, Kecamatan Bengkong termasuk yang parah. Genangan air hujan tersebar di tiga kelurahan di 16 titik banjir.
Camat Bengkong, M. Fairuz Batubara, mengatakan banjir terjadi di Kelurahan Bengkong Sadai sebanyak tujuh titik, Bengkong Laut empat titik, dan Bengkong Indah lima titik.
“Permasalahan di seluruh titik ini sama, yakni drainase tidak mampu menampung debit air,” ujarnya.
Fairuz menjelaskan, beberapa titik banjir sulit diatasi. Salah satunya di kawasan Bengkong Indah yang memiliki akses jalan sempit.
“Kami perlu melakukan pengerukan atau perbaikan drainase menggunakan alat berat. Namun, alat berat tidak bisa masuk ke kawasan tersebut,” katanya.
Selain banjir, hujan lebat disertai angin kencang pada Selasa (9/9) juga menghantam kawasan Tanjung Buntung. Sebanyak 21 rumah mengalami kerusakan akibat puting beliung.
“Kerusakan rumah dan kondisi para korban sudah dilaporkan ke Pak Wali Kota,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra, memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir maupun puting beliung tersebut. “Kerugian hanya bersifat materiel akibat kerusakan rumah. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian turut mendatangi lokasi untuk membantu warga, termasuk mengevakuasi pohon tumbang. “Kami berusaha memberikan pertolongan dan membersihkan puing-puing agar kondisi segera pulih pascabencana,” katanya.
Dengan adanya peristiwa ini, Endra mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mengurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk melanda.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja keras menurunkan risiko banjir melalui program normalisasi dan penguatan infrastruktur drainase.
Upaya ini dilakukan secara terpadu antara BP Batam dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam. ”Untuk tuntas, butuh waktu dua tahun atau lebih. Dengan niat tulis, kami yakin bisa menangani masalah banjir di kota ini,” ujar Li.
Diberitakan sebelumnya, hujan yang mengguyur Batam sepanjang Selasa (9/9) membuat sejumlah wilayah di Batam tergenang air. Seperti yang terjadi di wilayah Batuaji, Sagulung, hingga Marina kembali dikepung banjir. Tidak hanya jalan raya, banjir kali ini juga masuk ke pemukiman warga.
Kondisi terparah terjadi di Jalan Marina City, persis di titik jalan yang rusak akibat gorong-gorong amblas. Air menggenang dengan ketinggian mencapai sepaha orang dewasa.
Akibatnya, tingginya genangan air membuat ken-daraan sama sekali tidak bisa melintas. Pengendara yang memaksa melewati banjir justru berakhir mogok dan menambah panjang antrean kendaraan di lokasi.
Lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalur perumahan Jupiter dan Dream Land. Namun, jalur alternatif ini juga tidak sepenuhnya aman. Di beberapa titik, banjir tetap menghadang, membuat pengendara harus ekstra hati-hati. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri
Editor: RYAN AGUNG