Buka konten ini

BATAM (BP) – Akselerasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan oleh pemerintah. Setelah mencapai angka 7.374.135 penerima manfaat pada akhir Juli lalu, kini pemerintah menarget 20 juta penerima manfaat MBG sebelum 17 Agustus mendatang. Sasarannya anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, serta para santri dan siswa sekolah keagamaan lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan menyampaikan bahwa target 20 juta penerima manfaat sebelum 17 Agustus 2025 bakal diteruskan dengan target berikutnya. Yakni menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada akhir tahun ini. Untuk itu, akselerasi terus dilakukan oleh pemerintah bersama instansi terkait lainnya.
”Program ini adalah strategi menyeluruh untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini. Bila anak-anak kita sehat dan cerdas, masa depan bangsa akan lebih terjamin,” kata Budi Gunawan dalam keterangan resmi pada Senin (4/8).
Menurut Budi Gunawan, program MBG merupakan respons langsung terhadap tantangan malnutrisi di Indonesia. Yakni kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro. Berdasar data pada 2022, tercatat bahwa 32 persen anak Indonesia mengalami anemia, 41 persen tidak sarapan, dan 58 persen memiliki pola makan tidak sehat, khususnya pada kelompok rentan di fase emas pertumbuhan.
Lewat dapur-dapur Sentra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mampu melayani rata-rata 3 ribu orang per hari, menu MBG disusun berdasarkan prinsip Isi Piringku dan sudah dipastikan memenuhi 25–35 persen kebutuhan gizi harian. Program tersebut diawasi langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, dan sistem digital nasional untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
”Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena kelaparan atau gizi buruk,” ungkap mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut.
MBG, lanjut dia, menjadi bukti komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun bangsa dari pondasi paling dasar yaitu kesehatan dan kesejahteraan rakyat. Selain itu, MBG turut memperkuat ketahanan ekonomi melalui pengurangan beban pengeluaran rumah tangga, penciptaan jutaan lapangan kerja, dan stabilisasi harga pangan lewat pembelian langsung dari produsen rakyat. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK