Buka konten ini

BATAM (BP) – Pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar di Kota Batam terus bergulir. Hingga akhir Juli 2025, tercatat 4.113 anak usia sekolah telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.
Program ini menyasar siswa dari semua jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga SMA/SMK. Berdasarkan data Dinkes, dari total 4.113 siswa yang telah diperiksa, sebanyak 1.292 anak berusia 7–12 tahun, 2.333 anak berusia 13–15 tahun, dan 488 anak berusia 16–17 tahun.
“Program ini sudah berjalan, dan kami terus memperluas pelaksanaannya ke sekolah-sekolah lain. Saat ini sudah lebih dari empat ribu pelajar yang menjalani pemeriksaan,” kata Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (1/8).
Ia menjelaskan, program CKG merupakan langkah preventif dan promotif pemerintah daerah untuk memastikan kesehatan dasar peserta didik sejak dini. Kegiatan ini digelar secara bertahap dengan melibatkan seluruh puskesmas di kecamatan dan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam.
“Anak-anak baru mulai masuk sekolah hari ini. Jadi kemungkinan minggu ini atau minggu depan program ini sudah berjalan di lebih banyak sekolah. Disdik sudah kami informasikan. Pelaksanaan tinggal disesuaikan dengan kesiapan sekolah dan puskesmas,” ucap Didi.
Ia menegaskan, sasaran program bukan hanya murid baru, tetapi seluruh siswa aktif yang terdaftar di sekolah-sekolah di Batam. Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan mata dan telinga, pemeriksaan gigi dan mulut, hingga tes hemoglobin (Hb) untuk deteksi anemia. Evaluasi kebersihan diri seperti kondisi kulit, rambut, dan kuku juga menjadi bagian dari skrining.
Untuk siswa PAUD dan kelas rendah SD, turut dilakukan skrining tumbuh kembang guna mendeteksi gangguan perkembangan sejak dini.
“Fokus kita pada status gizi, kebersihan pribadi, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pemeriksaan ini bukan untuk mencari penyakit, tapi sebagai skrining awal atas potensi masalah kesehatan yang bisa mengganggu proses belajar,” ujarnya.
Dengan estimasi jumlah pelajar Batam mencapai lebih dari 200 ribu anak, Didi menegaskan komitmen pihaknya untuk menjangkau seluruh siswa melalui sinergi lintas sektor dan optimalisasi tenaga kesehatan di wilayah masing-masing.
“Target kita semua pelajar bisa terlayani, karena ini penting untuk menjamin anak-anak tumbuh sehat dan siap belajar,” tegasnya.
Ia juga berharap program ini menjadi titik awal membangun kesadaran bersama—baik dari pihak sekolah, orang tua, maupun siswa sendiri—tentang pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala.
“Sekolah adalah tempat padat interaksi, dan bisa menjadi titik penyebaran penyakit jika tidak dikendalikan. Karena itu, pemeriksaan semacam ini perlu rutin dilakukan,” tutup Didi. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK