Buka konten ini
LINGGA (BP) – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Lingga menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lingga untuk memasarkan beragam produk lokal dalam Bazar Seleksi Tilawah Qur an dan Hadis (STQH) XI Tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Kota Tanjungpinang.
Dalam perhelatan yang dipadati pengunjung itu, aneka produk kerajinan dan hasil usaha mikro, kecil, dan menengah dari Lingga disambut antusias. Hampir semua barang yang dipamerkan ludes diborong pembeli.
“Tudung Manto dan Tudung Saji yang kami bawa habis terjual. Produk UMKM seperti dodol Dabo, terasi Dabo, lampam Dabo, hingga kerupuk rota juga laku keras,” ujar Susi Yenti, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop UMKM Lingga yang juga menjabat Sekretaris Dekranasda, Minggu (22/6).
Menurut Susi, capaian itu tak lepas dari dukungan Kepala Disperindagkop UMKM Lingga serta Ketua Dekranasda. Kolaborasi yang solid, katanya, mampu mendorong pelaku usaha lokal semakin percaya diri memasarkan produknya.
Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Disperindagkop UMKM Kabupaten Lingga, Febrizal Taufik. Ia menyebutkan, pihaknya akan terus memberi dukungan agar produk kerajinan dan UMKM Lingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami akan terus memfasilitasi promosi produk-produk lokal, terutama di momen seperti STQH ini. Ini adalah ajang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan hasil tangan masyarakat Lingga,” katanya.
Menurut Febrizal, kegiatan seperti ini bukan semata soal penjualan. Ia menilai, promosi yang tepat akan memberi dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta daya saing produk UMKM Lingga, baik di pasar regional maupun mancanegara.
“Beberapa produk kami bahkan sudah mulai menembus pasar luar negeri. Ini bukti bahwa UMKM Lingga punya kualitas dan potensi besar,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan di ajang bazar STQH ini dapat membakar semangat para perajin dan pelaku usaha di Lingga untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas produksinya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO