Buka konten ini
PT ASDP Batam mencatat peningkatan jumlah penumpang selama periode mudik Lebaran 2025, meski terjadi penurunan pada jumlah kendaraan yang menyeberang dibandingkan tahun sebelumnya. Pantauan di dermaga Pelabuhan Roro Telaga Punggur aktivitas penumpang pejalan kaki dan kendaraan terlihat padat dan kondusif memasuki H+3 Lebaran.
Hal ini disampaikan General Manager PT ASDP Batam, Hermin Welkis, bahwa itu hasil evaluasi dari H-10 hingga H+2 Lebaran. ”Berdasarkan pantauan kami dari hasil evaluasi data yang terkumpul, ada peningkatan pada penumpang pejalan kaki maupun kendaraan. Namun, untuk kendaraan seperti sepeda motor dan roda empat justru mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. Kendaraan roda empat turun sekitar 14 persen,” ujarnya, Rabu (3/4).
Dari data yang dikumpulkan, rute favorit pemudik masih didominasi jalur Telaga Punggur–Tanjunguban, Bintan. Sementara untuk lintasan jarak jauh seperti Tanjung Buton, Riau, dan Kuala Tungkal, Jambi, lonjakan penumpang paling tinggi terjadi pada H-3 Lebaran.
“Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PT ASDP Batam telah menyiapkan dua armada kapal roro yang dioperasikan secara khusus untuk rute Tanjung Buton,” kata dia.
Hermin juga memprediksi bahwa puncak arus balik akan terjadi pada 5-7 April. Perbedaan pola mudik tahun ini dibandingkan 2024 disebabkan oleh durasi libur yang lebih panjang, sehingga pemudik memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu perjalanan mereka.
”Karena hari liburnya lebih panjang, pemudik bisa membagi waktu kapan mereka akan kembali. Akibatnya, peningkatan arus balik tidak begitu signifikan karena pergerakan pemudik lebih terurai,” ujarnya.
Salah satu penumpang, Fajar, memilih pulang ke daerah asalnya seusai momen Lebaran dikarenakan keluarganya sudah bergerak dahulu untuk merayakan Lebaran di Batam, sehingga saat ini ia kembali ke Tanjunguban, Bintan bersama keluarga sembari berlibur.
“Karena momen libur panjang kami memilih untuk berlibur ke Bintan sembari Lebaran di sana,” ujarnya.
Ia juga menilai pelayanan ASDP Batam membaik, dan responsif jika terjadi penumpukan penumpang sudah ada armada kapal yang ditambah. Dengan adanya sistem pemantauan dan persiapan armada yang matang, PT ASDP Batam memastikan kelancaran arus mudik dan balik tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Setelah lonjakan arus mudik Lebaran mulai mereda, Pelabuhan Feri Domestik Sekupang kini bersiap menghadapi arus balik. Sejak Kamis (3/4), jumlah penumpang yang datang dari berbagai pulau menuju Batam terus meningkat, sementara jumlah penumpang yang berangkat dari Batam mulai menurun.
Humas Dumai Grup, Asmadi, mengungkapkan bahwa operator kapal telah menyi-apkan langkah antisipasi menghadapi lonjakan arus balik. Beberapa kapal tambahan tetap disiagakan untuk mengangkut penumpang, khususnya yang kembali dari kampung halaman menuju Batam.
”Perkiraan kami, arus balik mulai ramai besok. Saat ini, penumpang yang berangkat dari Batam sudah mulai melandai,” ujar Asmadi.
Meskipun jumlah penumpang yang berangkat berkurang, operator kapal masih mengerahkan kapal tambahan untuk melayani perjalanan antarpulau. Dumai Grup, misalnya. Tetap mengoperasikan dua kapal ekstra yang melayani rute menuju Dumai dengan beberapa persinggahan di pulau-pulau sepanjang perjalanan.
Kemarin, tercatat sebanyak 27 kapal beroperasi di Pelabuhan Domestik Sekupang. Kapal-kapal tersebut melayani rute antarkota hingga lintas provinsi, dengan keberangkatan pertama dimulai pukul 07.00 WIB tujuan Buton, sementara trip terakhir pukul 17.00 WIB.
Daftar beberapa kapal yang beroperasi hari ini diantaranya, Dumai Line tujuan Buton – 07.00 WIB, Dumai Line tujuan Selat Panjang – Dumai – 07.30 WIB, Batam Jet tujuan Tanjung Balai – Dumai – 07.30 WIB, Joillyn tujuan Tanjung Batu – 08.00 WIB, Terra Joan tujuan Tanjung Batu – 08.15 WIB, Evelin Calissa tujuan Moro, Tembilahan – 09.30 WIB, Polewali Express tujuan Tanjung Berlian – 09.15 WIB, Mikonatalia tujuan Tanjung Balai – 09.15 WIB, Dumai Line tujuan Tanjung Balai Karimun, Selat Panjang – 14.15 WIB dan Mikonatalia tujuan Tanjung Balai Karimun – 17.00 WIB.
Dengan diprediksinya lonjakan arus balik, calon penumpang diimbau untuk lebih cermat dalam merencanakan perjalanan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain mengecek jadwal jadwal keberangkatan. Memilih kapal sesuai kebutuhan, sebab setiap kapal memiliki layanan dan jenis kursi berbeda, termasuk kapal dengan kapasitas besar maupun kecil.
Untuk menghindari antrean panjang, penumpang disarankan tiba di pelabuhan lebih cepat, terutama saat jam-jam sibuk. ”Pastikan tiket telah dibeli sesuai jadwal keberangkatan untuk menghindari kendala saat naik kapal, ” tambahnya.
Dengan meningkatnya jumlah penumpang arus balik, operator kapal berkomitmen untuk menjaga kelancaran dan kenyamanan perjalanan bagi seluruh penumpang.
Sementara itu, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) melaporkan bahwa arus mudik Lebaran 2025 yang dimulai sejak 16 Maret hingga 30 Maret berjalan dengan lancar. Hingga saat ini, jumlah penumpang kapal Pelni selama periode mudik mencapai 304.977 orang, mengalami sedikit peningkatan dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencatat 304.048 penumpang.
Dari data yang dirilis Pelni, Batam menjadi salah satu titik mobilitas tertinggi dalam arus mudik tahun ini. Pelabuhan Batam menempati posisi ketiga sebagai pelabuhan keberangkatan terpadat dengan jumlah 27.370 penumpang, setelah Makassar (35.028) dan Balikpapan (31.781).
Selain itu, rute Batam–Medan menjadi jalur terpadat dengan jumlah 20.468 penumpang, sementara rute sebaliknya, Medan–Batam, juga mencatat angka tinggi sebanyak 15.024 penumpang.
Pada 30 Maret 2025 atau H-1 menjelang Lebaran, Pelni mencatat total 12.123 penumpang. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan hari-hari sebelumnya karena puncak arus mudik terjadi pada 26 dan 28 Maret 2025 dengan masing-masing 26.307 dan 27.739 penumpang.
Sekretaris Perusahaan Pelni, Evan Eryanto, mengatakan, setelah arus mudik berjalan lancar, pihaknya kini berfokus pada persiapan arus balik. “Jumlah penumpang mudik tahun ini mengalami sedikit kenaikan dari tahun lalu, namun kami bersyukur arus mudik berjalan dengan lancar. Untuk arus balik, kami akan memastikan seluruh kapal dalam kondisi baik dan prima. Atas nama manajemen, kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder terkait atas dukungannya dalam memastikan arus mudik 2025 berjalan lancar, tenang, dan menyenangkan,” ujar Evan, Kamis (3/4).
Demi mendukung kenyamanan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2025, Pelni membuka posko layanan di tiga pelabuhan utama, termasuk di Pelabuhan Batam. Posko ini dilengkapi dengan layanan cek kesehatan dan pijat gratis yang dapat dimanfaatkan oleh penumpang maupun pengantar selama periode mudik berlangsung.
Adapun lima rute terpadat yang dilayani kapal Pelni selama periode 16–30 Maret 2025 adalah, Batam–Medan sebanyak 20.468 penumpang, Medan–Batam yakni 15.024 penumpang, Balikpapan–Surabaya 13.697 penumpang, Kumai–Semarang yakni 11.913 penumpang dan Makassar–Surabaya sebanyak 9.338 penumpang.
Sedangkan untuk lima pelabuhan keberangkatan terpadat selama periode mudik ini adalah, Makassar 35.028 penumpang, Balikpapan 31.781 penumpang, Batam 27.370 penumpang, Ambon 23.036 penumpang dan Kumai 19.546 penumpang. Sedang lima pelabuhan tujuan terpadat adalah Surabaya 51.859 penumpang, Makassar 35.011 penumpang, Bau-Bau: 27.387 penumpang, Belawan 23.195 penumpang dan Ambon yakni sebanyak 20.093 pe-numpang.
Dengan tingginya angka keberangkatan dari Batam, Pelni memperkirakan arus balik akan mengalami lonjakan dalam beberapa hari ke depan. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memanfaatkan layanan pemesanan tiket secara online untuk menghindari kepadatan di pelabuhan.
Sebagai perusahaan pelayaran nasional, Pelni saat ini mengo-perasikan 25 kapal penumpang yang melayani 511 ruas dengan 1.359 rute dan menyinggahi 74 pelabuhan di seluruh Indonesia. Selain itu, Pelni juga me-ngoperasikan 30 trayek kapal perintis yang melayani wilayah terluar, terpencil, tertinggal, dan perbatasan (3TP) dengan total 522 ruas dan 230 pelabuhan.
Kejadian mengejutkan terjadi di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center. Seorang penumpang yang baru tiba dari Singapura ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Senin (1/4) siang.
“Insiden itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di depan pintu ATM kedatangan pelabuhan.
Petugas pelabuhan yang menemukan penumpang tersebut segera membawanya ke ruang karantina kesehatan untuk mendapatkan pertolongan pertama,” kata Petugas Kesyahbandaran Pelabuhan Batam Center, Mario, Rabu (3/4).
Namun, kondisi penumpang yang tidak kunjung membaik membuat pihak medis pelabuhan memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Awal Bros guna penanganan lebih lanjut. ”Pada pukul 12.10 WIB, pihak kesehatan pelabuhan meminta agar penumpang tersebut segera dilarikan ke rumah sakit. Dia didampingi oleh dokter kesehatan pelabuhan serta petugas keamanan sebagai perwakilan pengelola pelabuhan,”ujarnya.
Pengelola pelabuhan segera menyiapkan ambulans untuk mobilisasi pasien. Namun, sesampainya di Rumah Sakit Awal Bros, sekitar pukul 12.56 WIB, pihak rumah sakit menyatakan bahwa penumpang tersebut telah meninggal dunia.
“Jadi, meninggal dunia saat berada di rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa penumpang tersebut tiba di Batam menggunakan kapal MV Majestic Supreme pada pukul 11.45 WIB dari Singapura,” ujarnya.
Di tempat lain, arus mudik Lebaran 2025 melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam berlangsung lancar tanpa kendala cuaca atau keterlambatan penerbangan yang signifikan. Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah, mengatakan bahwa jumlah penumpang dalam dua hari terakhir, 1 dan 2 April 2025, mencapai 25.304 orang dengan 164 penerbangan. Selain itu, jumlah kargo yang diangkut meningkat sebesar 54 ton. “Sejak posko angkutan Lebaran dibuka pada 21 Maret hingga 1 April, kami telah melayani 1.200 penerbangan. Angka ini turun sekitar 7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” ujar Pikri, Kamis (3/4).
Sementara itu, total jumlah penumpang yang dilayani selama periode tersebut mencapai 164 ribu orang, mengalami penurunan sekitar 3 persen dibandingkan tahun lalu. Meskipun terjadi sedikit penurunan jumlah penerbangan dan penumpang, Pikri memastikan bahwa layanan di Bandara Hang Nadim tetap berjalan optimal.
”Secara keseluruhan, angkutan Lebaran tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan cuaca atau keterlambatan penerbangan yang berarti,” ujarnya .
Pikri menyebutkan arus mudik tertinggi terjadi pada 29 Maret 2025. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada akhir pekan ini, yakni Sabtu (5/4) dan Ming-gu (6/4), mengingat masyarakat akan kembali bekerja atau beraktivitas pada Senin (7/4).
Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, PT BIB telah menyiapkan berbagai fasilitas guna memastikan kelancaran layanan bagi para penumpang. ”Kami selalu mempersiapkan diri, terutama dalam ground handling atau penanganan bagasi, agar arus balik berjalan lancar. Sementara untuk keberangkatan, jumlah penumpang biasanya tidak terlalu banyak,” jelas Pikri.
Selain itu, pihak bandara juga memastikan layanan transportasi darat tetap tersedia. Baik taksi online maupun konvensional disiagakan di pintu kedatangan guna memudahkan mobilitas penumpang yang baru tiba di Batam.
“Dengan berbagai persiapan ini, Bandara Hang Nadim Batam dapat melayani arus balik Lebaran dengan baik dan memastikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi para pemudik,” ujarnya. (***)
Reporter : AZIS MAULANA – RENGGA YULIANDRA
Editor : RYAN AGUNG