Buka konten ini
MIAMI GARDENS (BP) – Alexander Zverev sebenarnya menatap Miami Terbuka dengan percaya diri tinggi. Klub basket favoritnya, Miami Heat, bermarkas di sana. Selain itu, lapangan di Stadion Hard Rock, Miami Gardens, Florida punya tipikal cepat yang cocok dengan gaya bermain Zverev. Yakni, permainan baseline dan servis kuat.
Berstatus sebagai unggulan pertama, petenis Jerman itu pun jadi salah satu favorit untuk memenangkan Miami Terbuka. Sayang, yang terjadi justru sebaliknya. Zverev masih melanjutkan periode buruk. Setelah tersingkir di babak 64 besar turnamen ATP Masters 100 sebelumnya di Indian Wells dua pekan lalu, Kamis (27/3) dia terhenti di 16 besar Miami Terbuka. Zverez kalah 6-3, 3-6, 4-6 oleh petenis Prancis Arthur Fils.
“Aku tidak tahu. Akhir-akhir ini, aku sering kalah dan aku merasa tidak bisa mengendalikan diri,” kata Zverev seperti dikutip dari Punto de Break soal penyebab kekalahan. “Hari ini (kemarin) hal yang sama terjadi. Itu membuat diriku harus lebih fokus pada diri sendiri daripada hal lain,” sambung petenis berusia 27 tahun tersebut.
Kegagalan beruntun di Indian Wells dan Miami Terbuka membuat Zverev buang-buang peluang menggeser petenis Italia Jannik Sinner dari ranking 1 dunia. Padahal, itu merupakan momentum bagi Zverez setelah kalah oleh Sinner dalam grand slam Australia Terbuka (26/1).
Satu-satunya skenario pun terlihat mustahil. Zverez harus memenangkan ATP Masters 1000 beruntun di Monte-Carlo Masters dan Madrid Terbuka plus ATP 500 di Barcelona Terbuka atau BMW Open di Munchen sepanjang April. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO