Buka konten ini
Teknologi Artificial Intelligence (AI) digunakan pihak TVRI untuk merestorasi drama televisi Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai yang fenomenal di tahun 1990-an.
Tahun 1990-an, ketika tayangan televisi masih terbatas, drama Sitti Nurbaya:Kasih Tak Sampai memang menyedot perhatian publik.
Bahkan sangking kuatnya, judul drama televisi ini membekas dalam memori para penonton pada masanya dan masih teringat sampai sekarang.
Hal inilah yang mendorong pihak TVRI merestorasi drama ini.
Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno menyampaikan, awal mulai muncul ide restorasi Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai, saat melihat banyak aset audio visual yang dimiliki TVRI menumpuk begitu saja.
Dari sana, dia mengaku kepikiran untuk melakukan restorasi untuk menghidupkan kembali karya yang digarap dengan kamera sederhana pada masanya, menjadi karya yang dapat dinikmati dengan baik secara audio visual oleh generasi sekarang.
Proyek restorasi Sitti Nurbaya mulai dilakukan sejak 2023. Selain mengubah gambar menjadi kualitas full HD dan disebut sangat layak tayang di bioskop, audionya juga dilakukan restorasi supaya lebih tajam dan lebih jernih.
Proses restorasi ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi AI atau kecerdasan buatan.
“Restorasi Sitti Nurbaya adalah langkah besar dalam menghadirkan kejayaan sinema klasik Indonesia. Pada tahun 1990-an, ini adalah drama Korea versi Indonesia,” kata Iman Brotoseno.
Dukungan merestorasi karya di TVRI tersebut mendapat dukungan dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Fasli Zon mengaku termasuk salah satu yang cukup intensif menonton Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai pada masa itu. Ia menontonnya pada saat baru masuk bangku kuliah di Universitas Indonesia.
Saat diberi tahu bahwa drama tersebut direstorasi, Fadli Zon menyambutnya dengan sangat antusias.
Selain dapat melestarikan karya dan budaya yang sangat fenomenal pada masanya, restorasi juga bermanfaat agar drama televisi yang dibuat dari karya sastrawan Marah Rusli yang sangat terkenal ini dapat dinikmati oleh generasi muda.
“Upaya TVRI dalam merestorasi drama ini merupakan bentuk nyata pelestarian budaya yang harus terus didukung,” kata Fadli Zon dalam jumpa pers di gedung TVRI, Senayan Jakarta, Senin (17/3).
Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai digarap sutradara Dedi Setiadi dan naskah skenarionya ditulis oleh Asrul Sani. Adapun lokasi syutingnya pada saat itu di Studio Alam Depok Jawa Barat.
Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai diperkuat sejumlah pemain. Mereka adalah Novia Kolopaking, Gusti Randa, HIM Damsyik, Remy Silado, Ninik L Karim, Rina Hassim, dan Dian Hasri. Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai versi restorasi akan tayang mulai Jumat (21/3) di TVRI. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : UMY KALSUM