Buka konten ini
BATAMKOTA (BP) – Menjelang Lebaran, warga Batam kesulitan mendapatkan uang pecahan baru untuk kebutuhan Tunjangan Hari Raya (THR). Kuota pendaftaran melalui aplikasi resmi kerap penuh, membuat masyarakat kewalahan.
Dengan tingginya permintaan dan terbatasnya kuota resmi, banyak warga akhirnya memilih jalur alternatif melalui jasa penukaran berbayar demi mendapatkan uang baru.
Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mengakses aplikasi PINTAR untuk mendaftar penukaran. Salah satunya Deby, warga Batam Center, yang telah mencoba berkali-kali tanpa hasil. ‘‘Tiap mendaftar selalu penuh,’’ keluhnya, kemarin.
Di tengah kondisi ini, jasa penukaran uang baru marak bermunculan, terutama di marketplace daring. Namun, biaya administrasi yang dikenakan cukup tinggi, berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per Rp100.000 yang ditukar.
‘‘Katanya penukaran dibatasi, tapi anehnya banyak yang membuka jasa penukaran dalam jumlah besar,’’ ujarnya.
Hal serupa dialami Tika, yang harus berkeliling ke beberapa bank untuk mendapatkan pecahan baru. Ia akhirnya berhasil menukar uang, meskipun jumlahnya tidak sesuai keinginan.
‘‘Saya hanya bisa mendapatkan Rp1 juta karena pecahan yang saya inginkan sudah habis,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Rony Widijarto, memastikan bahwa stok uang pecahan baru masih tersedia. ‘‘Penukaran uang masih berlangsung hingga 27 Maret,’’ ujarnya.
Menurutnya, masyarakat wajib mendaftar melalui aplikasi PINTAR, yang memiliki kuota terbatas per sesi. Setiap warga hanya dapat menukar maksimal Rp4,3 juta dalam berbagai pecahan uang. ‘‘Untuk penukaran uang wajib melalui aplikasi PINTAR. Kuota pendaftaran memang terbatas,’’ jelasnya.
Ia menambahkan bahwa selama pecahan uang masih tersedia, masyarakat dapat menukar hingga batas maksimal Rp4,3 juta.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa pendaftaran di aplikasi PINTAR dibuka per sesi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk proaktif mendaftar jika belum mendapat kuota. ‘‘Pendaftaran dibuka setiap minggu, tergantung wilayah penukaran,’’ tambahnya. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : Ratna Irtatik