Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Angin puting beliung menerjang kawasan Tiban, Sekupang, Batam, pada Senin (17/3) sekitar pukul 13.05 WIB. Fenomena cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan di beberapa titik, termasuk sebuah kantin berbahan baja milik PT Satria Utama yang terangkat dan terlempar hingga ke tengah jalan di kawasan Tiban Indah. Akibatnya, akses jalan sempat tertutup oleh material bangunan tersebut.
Kepala Polsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom,menjelaskan bahwa puting beliung ini bermula dari kawasan Vitka, kemudian bergerak ke Tiban Center, sebelum akhirnya
menghantam PT Satria Utama.
”Kantin berbahan baja milik PT Satria Utama terbang hingga ke tengah jalan, mengakibatkan akses tertutup material beton. Kami segera memprioritaskan pembersihan jalan agar lalu lintas bisa kembali normal,” ujarnya.
Selain kantin, dua baliho besar juga tumbang. Salah satunya hampir menimpa sebuah mobil yang melintas di Simpang Tiban. Empat ruko di Tiban Garden turut mengalami kerusakan pada bagian atap dan plafon. Fenomena ini juga menyebabkan pagar sebuah perusahaan terhempas hingga ke badan jalan, memaksa kendaraan yang melintas untuk berhenti mendadak.
Seorang karyawan PT Satria Utama yang terjatuh saat proses pembersihan puing-puing mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. ”Korban luka, namun kondisinya stabil,” kata Kapolsek.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan pekerja PT Satria Utama masih membersihkan material bangunan yang berserakan, sementara petugas Brimob Polda Kepri dan alat berat diterjunkan untuk mempercepat proses pemulihan akses jalan. Salah seorang saksi mata, Audrey, warga Tiban Ayu, mengaku panik saat melihat angin kencang datang tiba-tiba. Saya benar-benar takut. Anginnya datang sangat cepat, baliho itu jatuh, untung ada penahan. Kalau tidak, pasti kena mobil,’’ katanya.
BMKG Batam menjelaskan bahwa puting beliung terjadi akibat adanya tutupan awan Comulonimbus (CB) yang terpantau di wilayah Tiban, Sekupang, dan sekitarnya antara pukul 13.00-14.00 WIB. Awan CB ini sering dikaitkan dengan hujan deras, petir, dan angin kencang. Forecaster BMKG Batam, Ibnu, mengungkapkan bahwa meski fenomena puting beliung sulit diprediksi dengan akurat, hujan lebat dan angin kencang masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Dari pengamatan radar dan laporan masyarakat, terpantau adanya hujan lebat disertai petir di wilayah tersebut, dan kecepatan angin yang tercatat bisa lebih dari 50 km per jam, kata Ibnu.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi, dengan kemungkinan munculnya puting beliung kembali dalam beberapa hari ke depan.
”Waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang, terutama bagi pengendara yang melintas,” tambahnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra / Azis Maulana
Editor : RATNA IRTATIK