Buka konten ini

BATAM (BP) – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam terus mempercepat pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Batam. Hingga pertengahan Juli 2026, aliran gas bumi telah mengalir ke 480 sambungan rumah (SR) baru, sementara pembangunan jaringan pipa distribusi telah mencapai sekitar 60 kilometer.
Capaian tersebut merupakan bagian dari target PGN menambah 10 ribu sambungan rumah tangga baru hingga akhir 2026. Saat ini, pembangunan jaringan pipa telah mencapai sekitar 60 kilometer dari total target sepanjang 135 kilometer.
Area Head PGN Area Batam, Wendi Purwanto, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan secara bertahap agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati energi gas bumi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Sambungan rumah yang sudah terpasang dan berstatus gas in telah mencapai 480 pelanggan. Pembangunan jaringan juga terus berjalan sesuai target,” ujarnya.
Selain sambungan baru yang terus bertambah, secara keseluruhan PGN telah memasang 8.844 sambungan jaringan gas rumah tangga di Batam. Jumlah pelanggan aktif pun kini mendekati 9.000 rumah tangga.
Menurut Wendi, program jargas menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional sekaligus menyediakan sumber energi yang lebih aman, praktis, dan ekonomis bagi masyarakat.
“Program jargas ini menjadi bagian penting dalam mendukung transisi energi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan energi yang lebih aman dan ekonomis,” katanya.
Untuk mengejar target tersebut, PGN memprioritaskan pembangunan jaringan di kawasan padat penduduk maupun kawasan hunian baru dengan potensi konsumsi gas yang tinggi. Penyaluran gas saat ini telah menjangkau Batu Aji, Sagulung, Batam Center, Tiban, hingga Muka Kuning.
Pengembangan juga dilakukan di sejumlah kawasan perumahan, seperti Batu Aji Residence, Rexvin Residence, Cendana, Alam Raya, Maitri Garden, Oriza Garden, Modena Regency, Hawai Garden, Aviari, hingga beberapa kawasan di Sagulung.
Wendi menjelaskan, proses gas in yang telah dilakukan di Batu Aji Residence dan Rexvin Residence menandai jaringan gas sudah aktif dan mulai dimanfaatkan warga untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Menurutnya, penggunaan gas bumi melalui jaringan pipa memiliki sejumlah keunggulan dibanding LPG tabung. Selain pasokan tersedia selama 24 jam tanpa perlu mengganti tabung, gas bumi juga menghasilkan emisi yang lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan.
Di sisi lain, ia memastikan tarif gas bumi bagi pelanggan rumah tangga tetap mengacu pada ketetapan pemerintah, yakni sebesar Rp10 ribu per meter kubik.
“Harga untuk pelanggan rumah tangga masih tetap sama, yaitu Rp10 ribu sesuai penetapan pemerintah,” tegasnya.
PGN juga mencatat antusiasme masyarakat terhadap layanan jaringan gas terus meningkat. Bahkan sejumlah pengembang perumahan mulai mengajukan pemasangan jaringan gas secara mandiri kepada perusahaan.
Dengan percepatan pembangunan jaringan distribusi dan meningkatnya jumlah sambungan rumah setiap bulan, PGN optimistis target penambahan 10 ribu sambungan rumah tangga baru pada 2026 dapat tercapai. Perusahaan juga menilai Batam berpeluang menjadi salah satu kota dengan penetrasi jaringan gas rumah tangga terbesar di Sumatra. (*)
Reporter : YASHINTA – M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK
