Buka konten ini

BATAM (BP) – Aktivitas penerbangan pesawat tempur Rafale di langit Batam, Kamis (16/7) sekitar pukul 11.00 WIB, sempat mengundang perhatian warga. Pesawat tempur itu beberapa kali terbang rendah di atas wilayah Batam dengan suara mesin yang menggelegar, membuat banyak warga keluar rumah untuk melihat langsung.
Pemandangan tersebut menjadi sesuatu yang tidak biasa bagi masyarakat Batam yang sehari-hari lebih akrab dengan lalu lintas pesawat komersial di Bandara Internasional Hang Nadim.
Samuel, seorang warga Batam, mengaku sempat terkejut ketika mendengar suara pesawat tempur yang melintas. Menurutnya, suara yang dihasilkan jauh lebih keras dibandingkan pesawat penumpang.
“Kalau pesawat komersial sudah biasa setiap hari. Tapi kalau pesawat tempur seperti ini jarang terlihat, jadi pasti membuat orang penasaran,” ujarnya.
Ia mengatakan, anak-anaknya yang saat itu berada di rumah langsung berlarian keluar untuk melihat sumber suara tersebut.
“Saya kebetulan sedang di rumah. Anak-anak langsung lari ke luar karena bunyinya cukup keras. Mereka penasaran ingin melihat pesawatnya,” katanya.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Indra Alexander Yosef Lessy, membenarkan aktivitas penerbangan pesawat tempur tersebut. Ia menjelaskan, pesawat Rafale yang melintas berasal dari Skadron Udara 12 Pekanbaru dan tengah melaksanakan latihan integrasi TNI.
“Itu latihan integrasi. Pesawat Rafale dari Skadron 12 Pekanbaru,” ujarnya.
Menurut Lessy, latihan tersebut merupakan bagian dari persiapan latihan integrasi TNI yang rencananya akan digelar di wilayah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.
Meski demikian, pelaksanaan latihan secara penuh masih menunggu arahan dari Markas Besar (Mabes) TNI. Saat ini seluruh rangkaian kegiatan masih berada pada tahap persiapan.
“Hari ini baru satu pesawat yang melaksanakan latihan. Ini masih tahap awal,” katanya.
Untuk diketahui, Rafale merupakan pesawat tempur multirole generasi 4,5 buatan Dassault Aviation, Prancis. Pesawat ini menjadi salah satu alutsista terbaru TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam program modernisasi kekuatan pertahanan udara nasional. Indonesia menerima enam unit Rafale tahap awal pada Mei 2026 yang kemudian memperkuat Skadron Udara 12 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau. Secara keseluruhan, Indonesia memesan 42 unit Rafale yang akan dikirim secara bertahap.
Kehadiran Rafale diproyeksikan memperkuat kemampuan tempur TNI AU dalam berbagai misi, mulai dari pertahanan udara, serangan darat, hingga operasi maritim. Pesawat tersebut juga dilengkapi sistem avionik dan persenjataan modern sehingga menjadi salah satu tulang punggung baru pertahanan udara Indonesia dalam menghadapi dinamika keamanan kawasan.
Batam dan wilayah Kepulauan Riau sendiri berada tidak jauh dari Lanud Roesmin Nurjadin, yang menjadi pangkalan operasional Skadron Udara 12. Karena itu, aktivitas latihan maupun penerbangan Rafale di kawasan barat Indonesia diperkirakan akan semakin sering terlihat sebagai bagian dari peningkatan kesiapan operasional TNI AU.
Ia memastikan aktivitas penerbangan tersebut merupakan bagian dari agenda latihan militer rutin dan tidak berkaitan dengan kondisi darurat maupun gangguan keamanan di wilayah Kepulauan Riau.
Keberadaan pesawat tempur Rafale yang terbang rendah di langit Batam pun menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam, mengingat kemunculan pesawat tempur modern di wilayah Batam masih relatif jarang terjadi. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK
