Buka konten ini

BATAM (BP) – Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Dr. Fendi Hidayat, menyoroti masih adanya 862 calon murid yang belum tertampung dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Tahun Ajaran 2026/2027. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan persoalan daya tampung pendidikan menengah di Kota Batam masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Fendi mengapresiasi langkah cepat Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau yang menambah kuota di sejumlah SMK negeri sebagai upaya memastikan para calon murid tetap dapat melanjutkan pendidikan.
“Langkah cepat yang diambil Dinas Pendidikan Provinsi Kepri patut diapresiasi.
Penambahan kuota menjadi solusi agar anak-anak yang belum mendapatkan sekolah tetap bisa melanjutkan pendidikan,” ujar Fendi, Kamis (16/7).
Meski begitu, ia menegaskan kebijakan tersebut hanya menjadi solusi jangka pendek. Persoalan yang terus muncul setiap pelaksanaan SPMB memerlukan pembenahan yang lebih mendasar.
“Penambahan kuota merupakan langkah yang baik untuk menyelesaikan persoalan hari ini. Namun, yang lebih penting adalah memastikan persoalan serupa tidak terus berulang setiap tahun,” katanya.
Menurut Fendi, masalah yang terjadi bukan hanya karena tingginya minat masyarakat terhadap sekolah tertentu, melainkan juga akibat ketidakseimbangan antara jumlah lulusan SMP dengan daya tampung SMA dan SMK yang tersedia di Kota Batam.
Sebagai daerah dengan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang tinggi, kebutuhan layanan pendidikan menengah di Batam terus meningkat setiap tahun. Karena itu, pemerintah perlu menyusun perencanaan pendidikan berbasis data agar penambahan kapasitas sekolah dapat mengikuti pertumbuhan jumlah peserta didik.
Fendi menegaskan, hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan harus menjadi prioritas utama.
“Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar penambahan kuota tetap memperhatikan kesiapan sekolah, mulai dari ruang kelas, sarana dan prasarana, jumlah guru, hingga kualitas proses belajar mengajar.
Selain itu, Dewan Pendidikan Kota Batam mendorong pemerintah memperkuat kolaborasi dengan sekolah swasta.
Menurutnya, sekolah swasta memiliki peran penting dalam membantu pemerataan akses pendidikan. Dukungan bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar dapat bersekolah di sekolah swasta juga perlu dipertimbangkan.
Fendi berharap persoalan SPMB tahun ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan pendidikan menengah di Batam.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Akses pendidikan yang merata dan berkualitas akan menentukan kualitas sumber daya manusia Kota Batam di masa mendatang,” pungkasnya. (***)
Laporan : RANGGA YULIANDRA
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI
