Buka konten ini
BINTAN (BP) – Tim gabungan dari berbagai kementerian dan lembaga dijadwalkan melakukan survei bawah laut terhadap bangkai kapal tanker MT Silver Sincere di perairan Bintan, Jumat (17/7). Survei dilakukan untuk memastikan kondisi kapal sekaligus memetakan potensi ancaman terhadap jaringan kabel optik dan pipa bawah laut di sekitar lokasi.
Kapal berbendera Malaysia itu tenggelam di perairan Bintan pada 12 Januari 2025. Saat kejadian, seluruh delapan awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh MV Intan Daya 368, KN Sarotama, dan unsur Bakamla. Dari jumlah tersebut, tujuh orang merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan seorang lainnya warga negara Myanmar.
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, posisi bangkai kapal kini berada sekitar 500 meter dari jaringan pipa dan kabel bawah laut. Kedekatan jarak tersebut dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan infrastruktur vital yang menghubungkan Batam dengan Singapura maupun Malaysia.
Survei akan menggunakan kamera bawah air yang dilengkapi CCTV serta sistem komunikasi antara penyelam dan tim di permukaan untuk memperoleh gambaran detail kondisi bangkai kapal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban, Sanggam Simanjuntak, membenarkan rencana survei bersama tersebut.
”Besok rencana survei bersama. Kapal akan bertolak dari Dermaga 99 Batuampar, Batam,” ujar Sanggam, Kamis (16/7).
Menurutnya, bangkai kapal harus segera diangkat dari dasar laut karena telah terlalu lama berada di lokasi dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar.
”Kami ingin memastikan kapal tersebut dapat segera diangkat dari dasar laut karena sudah lama berada di sana. Kami khawatir keberadaannya dapat mengganggu kabel optik Singapura–Batam maupun Malaysia–Batam,” katanya.
Sanggam menambahkan, berdasarkan arahan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta segera melakukan langkah-langkah evakuasi dan pemindahan bangkai kapal tersebut.
Sebelumnya, pemerintah pusat menegaskan komitmennya mempercepat penanganan MT Silver Sincere. Bangkai kapal itu dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, mencemari lingkungan laut, serta mengganggu aktivitas nelayan apabila tidak segera dievakuasi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Penanganan MT Silver Sincere yang digelar Kemenko Polkam di Jakarta, Selasa (14/7).
Rapat dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, serta dihadiri perwakilan berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, Bakamla, KNKT, Kejaksaan Agung, dan instansi terkait lainnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY
