Buka konten ini

USA (BP) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memamerkan desain baru uang kertas pecahan US$100 yang kini memuat tanda tangannya.
Gambar diunggah melalui platform Truth Social pada Jumat (3/7), yang menjadi penampilan publik pertama dari uang kertas edisi baru yang disiapkan pemerintah AS dalam rangka peringatan 250 tahun kemerdekaan negara. Unggahan tersebut langsung menarik perhatian karena menandai perubahan besar dalam sejarah mata uang Amerika Serikat.
Tanda tangan seorang presiden yang sedang menjabat dicantumkan pada uang kertas federal dengan menggantikan tradisi yang telah berlangsung selama lebih dari 165 tahun.
Pada Maret 2026, Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan bahwa uang kertas baru akan menampilkan tanda tangan Donald Trump berdampingan dengan tanda tangan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
Kebijakan menghapus tanda tangan Bendahara Amerika Serikat (U.S. Treasurer) yang sejak 1861 selalu tercantum pada uang kertas federal.
Desain utama uang kertas tetap dipertahankan. Potret Benjamin Franklin masih menghiasi bagian depan pecahan US$100.
Seluruh fitur keamanan dan elemen anti-pemalsuan tetap digunakan seperti pada edisi sebelumnya.
”Perubahan tersebut merupakan bagian dari peringatan Semiquincentennial atau 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat,” ujar Departemen Keuangan Amerika Serikat, dikutip dari U.S. Department of the Treasury, Senin (6/7).
Pemerintah menilai pencantuman tanda tangan presiden menjadi simbol untuk memperingati tonggak sejarah sekaligus mencerminkan kepemimpinan pemerintahan saat ini. Pecahan US$100 menjadi seri pertama yang dicetak menggunakan format baru.
Proses pencetakan dimulai pada pertengahan 2026 dan uang akan diedarkan secara bertahap melalui sistem perbankan sebelum diikuti oleh pecahan lainnya dalam beberapa bulan mendatang. Kebijakan ini memicu beragam tanggapan dari publik dan pengamat.
Sebagian mendukung langkah sebagai bagian dari perayaan nasional, tetapi yang lain menilai perubahan tidak lazim karena menempatkan tanda tangan presiden yang masih menjabat pada mata uang yang beredar.
Hanya sedikit negara yang pernah mencantumkan nama atau tanda tangan pemimpin aktif pada mata uang nasional mereka. (*)
Laporan: Juliana Belence
Editor : Putut Ariyo