Buka konten ini

BATAM (BP) – Universitas Terbuka (UT) Batam terus memperkuat layanan pendidikan berbasis fleksibilitas. Mulai semester ini, mahasiswa tidak hanya bebas memilih paket perkuliahan sesuai kebutuhan, tetapi juga dapat menentukan metode ujian untuk setiap mata kuliah yang diambil.
Direktur UT Batam, Dr. Pismia Sylvi, S.Si., M.Si., mengatakan sistem registrasi kini telah terintegrasi sehingga mahasiswa bisa langsung menentukan paket pembelajaran sejak proses pendaftaran.
Pilihan tersebut meliputi paket kuliah sepenuhnya secara daring maupun paket yang dipadukan dengan sesi tatap muka.
“Mahasiswa memiliki keleluasaan memilih sistem pembelajaran yang paling sesuai dengan kondisi mereka, baik yang bekerja, tinggal di luar Batam, maupun berada di wilayah kepulauan,” ujarnya kepada Batam Pos, Jumat (3/7).
Tak hanya proses belajar yang lebih fleksibel, mahasiswa juga diberi kebebasan menentukan metode ujian setiap semester. Bahkan, pilihan metode ujian dapat berbeda untuk setiap mata kuliah.
Mahasiswa dapat memilih mengikuti ujian tulis secara tatap muka di lokasi yang telah ditentukan, ujian daring menggunakan komputer di laboratorium mitra, maupun ujian berbasis mobile menggunakan telepon genggam.
Menurut Pismia, kehadiran ujian berbasis mobile menjadi solusi bagi mahasiswa yang tinggal jauh dari laboratorium komputer. Karena tidak bergantung pada laboratorium, lokasi pelaksanaannya menjadi lebih banyak dan tersebar di berbagai daerah, umumnya menggunakan lokasi yang sama dengan ujian tulis.
Selain itu, UT Batam juga menyediakan metode Automated Online Proctoring (AOP) bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan mengikuti ujian di lokasi, seperti karena pekerjaan, tinggal di wilayah kepulauan, maupun berdomisili di Johor, Malaysia.
Melalui sistem tersebut, mahasiswa dapat mengikuti ujian dari mana saja menggunakan komputer atau laptop pribadi. Proses pengawasan dilakukan secara otomatis oleh aplikasi tanpa kehadiran pengawas.
“Aplikasi akan mendeteksi pergerakan peserta selama ujian. Jika mahasiswa menoleh ke arah lain atau meninggalkan tempat duduk, sistem akan memberikan peringatan secara otomatis,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh pilihan metode ujian tersebut dapat diubah pada setiap semester. Mahasiswa pun bebas menyesuaikan metode ujian yang berbeda pada setiap mata kuliah sesuai kebutuhan.
Menurut Pismia, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen UT Batam dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu dan jarak.
“Dengan sistem yang semakin fleksibel ini, kami ingin memastikan masyarakat tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala pekerjaan, lokasi tempat tinggal, maupun kesibukan lainnya. Harapannya, kuliah menjadi lebih mudah diakses, nyaman, dan tidak lagi menjadi beban bagi mahasiswa,” tuturnya. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GUSTIA BENNY