Buka konten ini

BINTAN (BP) – Calon penumpang kapal PT Pelni tujuan Natuna mengeluhkan sulitnya memperoleh tiket. Mereka mengaku tiket ludes hanya dalam hitungan menit setelah penjualan secara daring (online) dibuka, sehingga memunculkan dugaan adanya praktik percaloan.
Salah seorang calon penumpang, Muhammad Thoyib, mengaku awalnya hendak memesan tiket KM Bukit Raya untuk rute Kijang-Natuna. Namun, kapal tersebut sedang menjalani docking sehingga tidak melayani pelayaran.
Thoyib kemudian menghubungi layanan pelanggan Info Pelni 162 untuk memastikan jadwal kapal pengganti. Saat itu, petugas menyampaikan jadwal pelayaran belum tersedia di aplikasi dan penjualan tiket juga belum dibuka.
”Petugas meminta saya menunggu sampai jadwal muncul di aplikasi Pelni,” ujar Thoyib, Senin (29/6).
Sejak mendapat informasi tersebut, ia rutin memantau aplikasi Pelni setiap malam. Namun, saat aplikasi akhirnya membuka penjualan tiket pada Minggu (28/6) dini hari, seluruh kuota sudah habis.
”Setiap malam saya cek terus aplikasinya. Begitu hari Minggu saya buka dan penjualan sudah aktif, ternyata tiketnya sudah habis,” katanya.
Menurut Thoyib, kondisi itu terasa janggal. Sebab, saat ia mengakses aplikasi sekitar pukul 03.00 WIB, tiket sudah tidak tersedia.
”Heran, baru beberapa menit dibuka, tiket sudah habis. Padahal masih jam tiga subuh,” ujarnya.
Ia menduga tiket diborong oleh calo untuk dijual kembali. Dugaan tersebut semakin menguat karena saat ini Pelni sedang memberikan potongan harga tiket sebesar 30 persen selama masa libur sekolah.
”Jangan-jangan ini dimanfaatkan calo. Kami yang benar-benar mau berangkat malah tidak kebagian. Kalau mereka borong tiket, kami harus beli di mana lagi?” keluhnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, belum memberikan tanggapan terkait keluhan calon penumpang maupun dugaan adanya praktik percaloan tiket. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : Putut Ariyo
