Buka konten ini
SINGAPURA (BP) – Salah satu pusat perbelanjaan ikonik di Singapura, HarbourFront Centre, akan resmi menghentikan operasionalnya pada 27 Juli 2026. Penutupan ini menjadi langkah awal sebelum kawasan tersebut direvitalisasi menjadi gedung mixed-use setinggi 33 lantai yang akan memadukan ruang perkantoran dan area ritel.
Seperti diberitakan oleh The Straits Times, sejumlah toko telah tutup sementara, sementara penyewa lainnya mulai mengosongkan gerai mereka sebagai persiapan meninggalkan gedung.
Seiring penutupan mal, Singapore Cruise Centre juga akan pindah ke alamat baru di 5 HarbourFront Avenue mulai 15 Juli 2026.
Dosen School of Business Management Nanyang Polytechnic, James Sim, menilai penutupan HarbourFront Centre merupakan keputusan yang tepat mengingat kondisi mal yang sudah tertinggal dibandingkan pusat perbelanjaan modern lainnya di Singapura.
Menurutnya, pengalaman berbelanja di HarbourFront Centre tidak lagi mampu bersaing dengan mal-mal baru, termasuk VivoCity yang berada tepat di sebelahnya.
Selain itu, lokasi HarbourFront Centre berada di kawasan Greater Southern Waterfront, salah satu proyek pengembangan properti terbesar di Singapura. Revitalisasi tersebut diyakini akan meningkatkan nilai aset yang dimiliki pengembang Mapletree Investments.
James Sim memperkirakan jaringan ritel besar tidak akan terlalu terdampak karena sebagian besar telah memiliki gerai di VivoCity.
Sebaliknya, penyewa independen berskala kecil diprediksi menghadapi tantangan lebih besar akibat meningkatnya biaya sewa dan terbatasnya posisi tawar untuk memperoleh lokasi baru.
Salah satu contohnya adalah Don Don Donki, yang belum memiliki gerai di sekitar HarbourFront selain lokasi tersebut. Gerai terdekat berada di 100AM dan Tiong Bahru Plaza, yang dinilai kurang praktis bagi penumpang kapal feri.
Meski demikian, sejumlah penyewa mengaku telah mengetahui rencana penutupan sejak lama sehingga memiliki waktu untuk mempersiapkan langkah selanjutnya.
Seorang pegawai toko buku dan alat tulis My Greatest Child, yang hanya menyebut nama belakangnya Chua, mengatakan penutupan gerai tidak terlalu memengaruhi bisnis perusahaan karena masih memiliki cabang di pusat perbelanjaan lain seperti Wheelock Place dan Plaza Singapura.
”Kami sudah mengetahui rencana ini sejak lama. Gerai di HarbourFront Centre akan ditutup dan tidak akan dibuka kembali di gedung baru,” ujarnya.
Pemilik NBC Beauty Shop, bermarga Su, mengatakan kemungkinan besar ia tidak akan kembali membuka usaha di lokasi yang sama setelah pembangunan selesai.
Menurutnya, tarif sewa diperkirakan akan jauh lebih tinggi dibandingkan saat ini sehingga ia harus mencari lokasi usaha lain. Selama sekitar 10 tahun terakhir, tokonya telah beroperasi di HarbourFront Centre.
Pengunjung Simpan Kenangan
Bagi sebagian warga Singapura, penutupan HarbourFront Centre menghadirkan rasa nostalgia.
Laura Ong (38), yang kerap menggunakan kapal feri bersama keluarganya, mengaku memiliki banyak kenangan menikmati makanan di restoran-restoran yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.
Meski sedih, ia memahami bahwa kota terus berkembang dan berbagai kawasan harus mengikuti perubahan zaman.
Pengunjung lainnya, Lee, mengatakan HarbourFront Centre selama ini identik dengan gerai utama Mothercare serta berbagai kelas pengembangan anak. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO
