Buka konten ini

BATAMKOTA (BP) – Situasi di kawasan Perumahan Cikitsu, Batam Center, sempat memanas pada Sabtu (20/6) malam setelah ratusan warga mendatangi dan menggeruduk sebuah penginapan RedDoorz yang beroperasi di kawasan ruko perumahan tersebut.
Aksi warga dipicu oleh akumulasi berbagai keluhan terhadap aktivitas penginapan yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan.
Ketua RW 13 Cikitsu, Muhajir, mengungkapkan sedikitnya terdapat lima persoalan utama yang menjadi pemicu kemarahan warga.
Persoalan pertama berkaitan dengan lahan parkir. Menurut warga, kendaraan tamu penginapan kerap diparkir berlapis hingga memakan badan jalan dan menghambat akses keluar masuk warga.
Selain itu, warga juga mempersoalkan dugaan pembuatan sumur bor yang dilakukan pihak penginapan secara sepihak untuk memenuhi kebutuhan air bersih operasional usaha.
“Masalah ini sudah lama dikeluhkan warga karena berdampak pada lingkungan sekitar,” ujarnya.
Keluhan lainnya menyangkut aktivitas keluar-masuk tamu yang dinilai mencurigakan. Warga mengaku sering melihat orang-orang tidak dikenal datang dan menginap di lokasi tersebut.
Tak hanya itu, warga juga menduga adanya praktik prostitusi atau pasangan bukan suami istri yang menginap bersama di penginapan tersebut. Dugaan itu muncul karena warga kerap mendapati perempuan berpakaian minim keluar dari penginapan pada waktu dini hari hingga setelah salat subuh.
“Hal-hal seperti itu yang membuat keresahan di tengah masyarakat,” kata Muhajir.
Puncak ketegangan terjadi setelah warga menilai pengelola penginapan tidak mengindahkan teguran yang sebelumnya telah disampaikan oleh perangkat RT dan RW setempat. Warga juga menilai pihak pengelola tidak kooperatif dalam menyelesaikan persoalan yang ada.
Meski sempat memanas, aksi tersebut berlangsung tanpa kericuhan. Aparat kepolisian yang berada di lokasi segera melakukan pengamanan sekaligus memfasilitasi dialog antara warga dan pihak pengelola.
Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Rahmat Susanto, mengatakan persoalan tersebut telah dimediasi dan akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait, termasuk Pemerintah Kota Batam.
“Permasalahan ini sudah didudukkan antara pengelola dan warga. Selanjutnya akan dibahas bersama pihak terkait, termasuk Pemko Batam,” ujarnya.
Rahmat memastikan situasi selama aksi berlangsung tetap kondusif dan tidak ditemukan tindakan anarkis dari massa.
“Kita sifatnya pengamanan. Situasi tetap kondusif, tidak ada yang anarkis,” katanya. (***)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO